[FF/YAOI/ONKEY/IT’S HURT/2of2]

1

“ITU URUSANKU! KARENA AKU MENCINTAI JINKI HYUNG! AKU TIDAK INGIN KAU MENYAKITINYA!!”
Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku. Dan Taemin terdiam menatapku.

Kemudian dia terkekeh kecil. Hey, apa ucapanku barusan begitu lucu?

“Taeminnie..apa yang kau tertawakan?” Tanyaku bingung melihat Taemin yang masih tidak berhenti tertawa. Bukankah seharusnya dia marah padaku karena telah lancang menyukai kekasihnya?

“Aku menertawakan kebodohanmu! Pabo!”

Ne? Kebodohanku?
Aish..aku memang bodoh menyukai kekasih sahabatku.
Dan Taemin pasti sedang mengolok diriku kan?

“Sudahlah..aku pusing memikirkan dua orang bodoh seperti kalian.” Ucap Taemin lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya, namun dia berhenti dan membalikkan badannya sebelum menutup pintu rumahnya. “Oh ya, aku mohon kau jangan bilang pada Jinki hyung kalau aku pergi dengan Minho. Kalau kau sampai bilang padanya persahabatan kita akan putus! Arra?” Ancam Taemin kemudian menutup pintu rumahnya, meninggalkan aku yang masih terdiam di posisiku dengan tanda tanya besar di otakku.

Dua orang bodoh?
Apa maksudnya?

***
“Kau yakin sudah kuat sekolah hari ini? Lihat wajahmu masih pucat seperti itu..” Jonghyun hyung memandangku dengan khawatir. Ah, beruntung sekali aku memiliki hyung sebaik dia.

Kuanggukkan kepalaku meyakinkannya. “Aku tidak apa-apa, hyung. Aku malah bertambah pusing bila berada seharian di rumah.”

“Ya sudah, telpon aku kalau kau sudah pulang. Aku akan menjemputmu.”

“Arra…sudah sana kau pergi!”

“Aish.. Kau mengusirku? Dongsaeng macam apa kau ini?”

Aku tertawa mendengar ucapan Jonghyun hyung. Hah..dia benar-benar hyung terbaik di dunia ini. “Aku masuk dulu. Annyeong hyung jelek!” Kulangkahkan kakiku memasuki gerbang sekolah, mengabaikan omelan Jonghyun hyung karena aku memanggilnya jelek. Dia adalah tipe manusia dengan tingkat percaya diri yang tinggi, jadi dia sangat membenci bila ada yang bilang dia jelek, ck..

“Kibum-a…”

DEG
Aku berhenti melangkahkan kakiku ketika seseorang –dengan suara lembut yang sangat kukenal– memanggilku.

“Mianhae.. Kemarin aku benar-benar lupa ada janji denganmu.”
Kalian pasti tau kan siapa orang yang sekarang berdiri di depanku? Ya..lee jinki.

Mencoba memaksakan diri untuk tersenyum di depannya. Entah harus sampai kapan aku menjadi seseorang yang munafik bila berada di dekatnya. Berpura-pura tersenyum padahal hati kecilku menangis, oh..aku benar-benar terlihat seperti aktor yang sangat profesional.

“Gwaenchana..lagi pula aku juga lupa hyung. Malah tertidur sampai siang. Hehehe…”

Jinki hyung terdiam mendengarnya. Ah, apa dia tau aku sedang berbohong? Aku harap itu tidak terjadi!

“Kau sakit?”

Ya..aku sakit karenamu bodoh!
Rasanya aku ingin berteriak seperti itu di depannya. Terus memendam perasaan ini sangat menyakitkan! Dan aku rasa aku akan mati perlahan-lahan karena sakit ini.

Aku tersentak dari lamunanku saat ku rasakan tangannya yang lembut dan hangat menyentuh keningku. Lee Jinki…kau membuat jantungku serasa mau copot! Aish..

“Badanmu panas…kenapa masih pergi ke sekolah?”

Karena aku bisa mati bila tidak melihatmu selama dua hari ini. Nafasku sesak karena rasa rindu yang begitu membuncah di dadaku.

Sret…

“Eh, kita mau kemana hyung?” Tanyaku bingung ketika dia menarik tanganku agar mengikuti langkahnya.

“Ruang kesehatan…”

***
“Eung…” Kubuka mataku perlahan, membiasakan mataku dengan sinar matahari yang menerobos masuk ke mataku yang sedari tadi terpejam. Bau obat-obatan yang sedikit menusuk sangat tercium di hidungku. Ah, tentu saja. Karena aku masih berada di ruang kesehatan.

“Kau sudah bangun?”

Kutatap sosok seorang namja yang duduk di sampingku yang masih terbaring. Jinki hyung.. Dia menungguku sampai bangun? Err..kenapa wajahnya terlihat begitu khawatir, ck..jangan terlalu berharap lebih Kim Kibum!

Tep.
Sedikit kaget saat dia menyentuh keningku –lagi– dengan lembut.

“Panasmu sudah turun.” Ucapnya kemudian. “Sudah merasa lebih baik setelah beristirahat?”

Aku hanya mengangguk pelan mendengar pertanyaannya. “Apa hyung dari tadi menungguku di sini?”

“Ah..ani..aku baru saja ke sini.. Baru saja setelah sekolah usai.”

Hmm.. Benarkan pemikiranku tadi, jangan terlalu berharap! Jinki hyung hanya prihatin melihat keadaanku, tidak lebih. Kenapa aku selalu berharap lebih dan lebih? Bodoh!

“Eum..mau ku antar pulang?”

Berhentilah bersikap baik kepadaku..
Jebal…
Karena itu hanya akan membuatku semakin berharap kepadamu..
Karena itu hanya akan membuatku bermimpi bisa lebih dekat denganmu..
Karena itu akan semakin membuatku sakit saat mimpi dan harapan itu berakhir…

“Jinki hyung.. Aish, ternyata kau ada di sini. Dari tadi aku mencarimu!” Seorang namja imut muncul dari balik pintu, tentu saja itu Taemin.

“Ada apa Taeminnie?”

Taeminnie? Kenapa terdengar begitu manis…sekaligus terdengar begitu perih bagiku?

“Hari ini hyung kan janji mengantarku ke tempat les tari..jangan bilang hyung lupa?” Ujar taemin sambil mengerucutkan bibirnya imut, ck..dia benar-benar terlihat begitu manis dan yeppeo..

“Ah.. Tapi…”

“Sudahlah hyung, cepat antarkan Taemin. Lagipula Jonghyun hyung bilang akan menjemputku nanti.. Kalian pergi saja duluan.” ucapku memotong perkataan Jinki hyung.

Aku hanya tidak ingin menjadi penghalang dalam hubungan Jinki hyung dan Taemin, walau aku harus merasakan sakit ini, sesak ini, perih ini selamanya…

“Baiklah kalau begitu, kau harus baik-baik saja! Cepat sembuh neee~!” Jinki hyung mengacak rambutku lembut, membuat sesuatu yang bergemuruh menghantam dadaku.

Jangan membuatku terlalu berharap hyung…

“Kibum-a…cepat sembuh ya!” Taemin tersenyum kepadaku, senyuman yang begitu tulus. “Jinki hyung..ayo cepat! Aku sudah terlambat!” Taemin menarik tangan Jinki agar berjalan lebih cepat dan meninggalkanku sendirian.

Kenapa mimpi dan harapan datang dengan mudah..
Dan hilang begitu saja dalam sekejap..

Mulai terisak kecil, merasakan sesuatu yang sangat perih menusuk di hatiku..
Sampai kapan aku dapat bertahan?
Sampai kapan perasaan ini tumbuh di hatiku?
Sampai kapan perasaan ini pula menyakitiku?

Mungkinkah sampai nafasku terhenti…..

Huks…
Neomu appa..

***
“JONGHYUN HYUNG, KENAPA KAU TIDAK MEMBANGUNKANKU????” Teriakku saat menatap jam weaker berwarna pink di atas nakas di samping tempat tidurku sudah menunjukkan pukul 06.50

Aku langsung berlari menuju kamar mandi hanya untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi.

.
.
.

Aku berlari kecil menuruni anak tangga sambil memakai dasiku. “Ck..kenapa hyung tidak membangunkanku?” Tanyaku kesal saat kulihat Jonghyun hyung sedang membuat roti panggang di dapur.

“Bagaimana mungkin membangunkanmu saat kulihat wajahmu yang sangat menghawatirkan seperti itu. Aku rasa kau baru tidur beberapa jam. Ck..namja bodoh!” Tutur Jonghyun hyung sambil membawa sepiring roti bakar ke meja makan.

Aku hanya mengembungkan pipiku kesal mendengar ucapan Jonghun hyung. Dia pasti sedang mengejekku yang semalaman menangis seperti orang frustasi, tentu saja menangisi Jinki hyung. Huks..kenapa aku bisa sebodoh ini? Kenapa sebuah perasaan yang biasa disebut CINTA membuatku menjadi seperti ini??

Kuambil sebuah roti bakar dari tangan Jonghyun hyung lalu berlari menuju pintu. “Aku berangkat hyung!”

***
“Ahjussi..jebal biarkan aku masuk. Lagipula aku hanya terlambat lima menit.” Ucapku memohon kepada seorang pria cukup berumur yang mengenakan seragam keamanan, dia Park ahjussi penjaga sekolah paling galak dan paling sok tertib di sekolahku. Ck..sedikit sebal karena Park ahjussi mengabaikan ucapanku dan berlalu kembali ke pos tempatnya berjaga, meninggalkanku di depan pagar yang baru saja dia gembok. Aish..menyebalkan!

“Dasar pria tua menyebalkan!” Umpatku sambil menendang pagar berwarna hitam yang cukup tinggi menutupi sekolahku.

“Apa kakimu tidak sakit menendang pagar besi itu?” Tanya sebuah suara yang membuatku langsung membalikan tubuhku.

“Ah..Jinki hyung sejak kapan kau disitu?” Tanyaku sedikit gugup. Hey, jangan bilang dia melihat semua kejadian memalukan tadi! Datang sekolah terlambat dan mengumpat penjaga sekolah tua super menyebalkan itu, dan menendang pagar besi yang membuat kakiku sedikit berdenyut, err..itu benar-benar memalukan! Aku yakin dia pasti langsung ilfeel kepadaku. Hancur sudah semua harapanku~

“Dari beberapa menit yang lalu. Wajahmu yang sedang mengumpat sambil menendang pagar besi itu sangat lucu.” Jinki hyung terkekeh kecil, membuat mata bulan sabitnya menghilang. Kyeopta!!

“Err..hyung juga terlambat?” Sedikit mengalihkan topik pembicaraan yang memalukan ini.

“Ne.. Tadi aku bangun kesiangan karena Taemin menelpon semalaman, ck..anak itu benar-benar cerewet!”

Hey..lihat wajah Jinki hyung terlihat sebahagia itu saat membicarakan Taemin.

Nyuuut~
Huks..hati pabo ini kenapa terasa sakit -lagi- ??

“Ah, Kibum-a bagaimana kalau sekarang kau temani aku sarapan. Aku benar-benar lapar. Hmm..sekalian sebagai permohonan maafku karena lupa dengan janji kita tempo hari. Otte?”

Dan kalian tau?? Rasa sakit di hatiku tadi langsung hilang tak tersisa! Ok, Jinki hyung memang orang yang pandai membuat mood ku membaik dan memburuk.

Kuanggukkan kepalaku penuh semangat. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini!

“Kajja~”

***
“Terima kasih kau mau menemaniku sarapan.” Ucap Jinki hyung saat kami keluar dari sebuah cafe di pinggir jalan dekat sekolah. “Ah, kau tunggu sebentar disini. Aku akan segera kembali.”

Jinki hyung berlari kecil menuju sebuah kedai es krim di sebrang jalan. Mau apa dia?
Mengetuk-ngetuk ujung sepatu converse berwarna hitam dengan line pink favoriteku ke tanah, penasaran dengan apa yang sedang Jinki hyung lakukan di sana.

“Ini untukmu”

Aku tertegun melihat sebuah es krim bertingkat rasa strawberry dan vanilla yang Jinki hyung berikan kepadaku. Ini rasa favorite ku!! Bagaimana dia tau?? Apa mungkin dia adalah stalker ku? Ck..pikiran macam apa itu? Mana mungkin Jinki hyung melakukan hal bodoh macam itu.

“Kau suka?”
Ish..kenapa dia bertanya seperti itu? Tentu saja aku suka! Bahkan bila kau memberiku sekarung wortel –makanan yang paling ku benci– aku pasti akan memakannya!! Terdengar berlebihan kah? Hey..kalian sering dengarkan kalau cinta itu gila!! Ya, aku gila!! Benar-benar gila terhadap Lee Jinki!!

“Eum..” Bahkan aku hanya bisa mengeluarkan gumaman kecil sambil mengambil es krim itu, aku tak tau harus bicara apa. Ok, kalau aku sudah tidak punya malu, aku pasti akan berteriak histeris sambil melonjak-lonjak seperti orang gila. Jinki hyung membelikan es krim untukku! Hey..ini sangat maniiiiiiissssss..

. . .

“Jepit itu bagus..” Jinki hyung mengambil sebuah jepit rambut berbentuk kunci berwarna pink penuh dengan glitter yang terlihat simple namun terkesan mewah. Saat ini kami berdua sedang melihat-lihat pernak-pernik milik pedagang kaki lima di pinggir jalan. Jiwa shoppaholic ku langsung bangkit saat melihat pernak-pernik lucu dengan harga terjangkau seperti ini –”

DEG
Jantungku serasa mau copot saat Jinki hyung memakaikan jepit itu di rambutku. Dan kalian tau dia bilang apa??

YEPPEOYO…!!!

AAAAAAAA~ aku tidak salah dengarkan? Dia bilang aku yeppeo?? Tuhan, kalau kau ingin menyabut nyawaku, cabutlah sekarang karena aku tidak akan menyesal bila harus mati sekarang –setelah mendengar orang yang paliiiiiiiiiiiing aku cintai bilang aku cantik!!–

Kutundukkan kepalaku menutupi wajahku yang aku yakin telah berubah warna menjadi serupa dengan warna kepiting yang telah direbus –”

“Aku belikan jepit itu untukmu..kau sangat cocok memakainya.” Jinki hyung mengeluarkan beberapa lembar uang seribu won dan memberikannya kepada pedagang kaki lima itu.

“Terima kasih.. Semoga kalian berdua berjodoh, kalian sangat serasi.” Ucap penjual itu membuatku semakin menundukkan kepalaku malu.

“Ayo kuantar pulang” Jinki hyung menarik tanganku menuju mobil audi hitamnya yang tadi dia parkir di depan cafe tempat kami makan.

“Ah..hyung tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri.” Tolakku. Ah, aku pasti akan menyesal menolak ajakannya ini. Tapi bagaimana mungkin Jinki hyung mengantarku pulang, sedangkan rumahku dan rumah Taemin saling berhadapan! Kalau Taemin melihatnya, hancur sudah persahabatan kami selama ini. Dia pasti akan mengira aku merebut pacarnya!!

“Aku tidak bilang kau boleh menolaknya.” Ujar Jinki hyung membuatku tercengang, hey..apa dia tidak takut Taemin akan salah paham tentang hal ini??

.
.

“Kau mencemaskan sesuatu?” Tanya Jinki hyung. Mungkin dia merasakan kecemasanku yang semakin meningkat seiring dengan semakin dekat rumahku.

“Taemin sedang tidak ada di rumah, dia bilang sedang pergi dengan temannya.” Jelasnya seolah-olah dia bisa membaca apa yang sedang aku pikirkan.

Taemin sedang pergi dengan temannya??
Apa jangan-jangan itu adalah Minho??

“Terima kasih hyung telah mengantarku pulang.” Ujarku kepada Jinki hyung saat mobil audi hitamnya berhenti tepat di depan rumahku.

“Eum..terima kasih juga mau menemaniku hari ini.”

“Aku yang harusnya berterima kasih karena hyung telah mentraktirku makan, membelikanku es krim, dan memberiku jepit rambut.”

Jinki hyung tersenyum lebar mendengar ucapanku. “Kau pantas mendapatkan itu…”

“Nde?” Tanyaku sanksi atas pendengaranku. Dia bilang aku pantas mendapatkan ini semua? Apa maksudnya?

“Kibum-a…” Jinki hyung memanggil namaku lembut membuat bulu kudukku sedikit menegang. Aku merasa aura di mobil ini menjadi berubah..entahlah..

Dan yang semakin membuatku shock adalah saat Jinki hyung mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai…

Chu~ ♡

Bibir kami saling bersentuhan!!!
Demi Tuhan aku bisa pingsan saat ini! Tubuhku lemas saat merasakan bibir Jinki hyung yang hangat mengulum bibirku lembut.

Ini adalah First Kiss ku!! Dan aku melakukannya dengan Jinki hyung?? Aku tidak bermimpikan??
Kalau pun ini mimpi aku mohon jangan bangunkan aku saat ini Tuhan!! ><

"Ah maaf…" Seolah-olah sadar akan sesuatu Jinki hyung menghentikan ciumannya dan memalingkan wajahnya ke arah jendela di sampingnya. "Aku tidak sengaja, maaf."

D..dia menyesal??

BRAK!
Aku membating pintu mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah.

Tuhan kenapa kau suka sekali membuatku merasakan sakit seperti ini? Huks..
Kenapa dia harus menciumku bila akhirnya dia menyesal? Kenapa Tuhan? Apa sebegitu burukkah aku??

Neomu appa..

***
"Kibum-a..antarkan aku ke kantin yuk! Aku lapar sekali.." Rengek Taemin sambil menarik tanganku. Aku ingin menolaknya, tapi sungguh aku tidak tega melihat wajah Taemin yang memelas kelaparan seperti ini. Semoga saja aku tidak bertemu dengan Jinki hyung.. Ck, mungkin ini pertama kalinya aku tidak ingin melihat wajah Jinki hyung.

"Kau seperti belum makan seminggu." Ledekku saat melihat Taemin memakan ramyeon nya dengan sangat cepat, aku takut dia tersedak bila makan seperti itu.

"Aku belum makan dari kemarin malam karena Jinki hyung tidak berhenti menelponku semalaman. Ck.." Aku terdiam ketika Taemin menyebut namanya. Aku rasa dia pasti sangat merasa bersalah kepada Taemin atas kejadian kemarin.

"JINKI HYUNG!!"

DEG!
Jantungku kembali berdebar saat Taemin memanggil namja putih bermata sabit yang baru saja masuk ke dalam kantin. Tuhan..sungguh aku belum siap untuk bertemu dengannya sekarang.

"Annyeong.." Jinki hyung tersenyum lebar sambil mengacak rambut Taemin penuh sayang. Dan kalian tau? Dia sama sekali tidak melirikku, apa aku bagaikan makhluk kasat mata di hadapannya??

Huks..
Hanya mampu meremas tanganku menahan tangis..

Aku tidak kuat!
Mataku sudah perih menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku!
Ini sangat menyakitkan..

"Taemin aku ke toilet dulu ya.."

Aku berlari sekuat-kuatnya. Aku tidak sanggup lagi Tuhan…

***
"Kau tidak ke sekolah lagi?" Tanya Jonghyun hyung yang melihatku prihatin. Sudah 2 hari ini aku tidak masuk sekolah dan hanya mengurung diri di kamar sambil menangis..

"Perlukah aku ke sekolahmu untuk mencari namja bodoh bernama Jinki itu kemudian menghajarnya hingga babak belur karena telah membuat adikku menjadi seperti ini?"

"Kalau hyung melakukan itu aku tidak akan menganggapmu sebagai kakakku lagi!" Ujarku masih dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhku.

"Ck..bahkan saat ini kau masih saja membelanya." Cibir Jonghyun hyung sambil membuka tirai yang meutupi jendela kamarku. "Apa kau itu tidak punya otak, eum?"

"Walau aku tidak punya otak, tapi aku punya hati hyung…."

Jonghyun hyung terdiam mendengar ucapanku, sampai akhirnya dia menghela nafas panjang. "Terserah kau sajalah.. Tunggu sebentar, aku akan bawakan sarapan untukmu."

.
.

TOK TOK!

"Ish..tumben hyung pake acara ketuk pintu dulu." Gumamku kesal. "Masuk saja hyung…" ujarku sambil tetap membungkus seluruh tubuhku dengan selimut.

Kudengar seseorang membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamarku, aku yakin itu Jonghyun hyung yang membawakanku sarapan.

Hening.. Hey, tumben sekali Jonghyun hyung tidak mengeluarkan jurus bawelnya untuk memaksaku makan, apa dia sudah lelah menghadapiku yang semakin manja?

"Mian…" Kurasakan sebuah tangan mengelus kepalaku –yang masih berbalut selimut– dengan lembut.

Eh?

Kubuka selimut yang menutupi kepalaku untuk melihat sosok yang saat ini sedang duduk di samping ranjangku sambil mengelus rambutku lembut.

"Jinki hyung!!" Pekikku saat melihat wajah chubby itu.

"Kenapa kau kaget seperti melihat hantu? Tenang..aku bukan jelmaan dari foto-foto itu, aku Jinki yang asli." Jinki hyung menunjuk foto-foto dirinya yang memenuhi dinding kamarku kemudian dia terkekeh kecil.

Blush..
"A..ah..ini tidak seperti yang kau pikirkan hyung." Gugupku berusaha mencari alasan. Tapi alasan apa?? Apa aku harus bilang kalau aku memasang foto-foto itu untuk menakuti nyamuk? Ck..Jinki hyung pasti berfikir aneh tentangku. Bahkan mungkin dia berfikir kalau aku adalah seorang psycho!

"Tenang saja, aku bukan pertama kalinya kok melihat ini."

"Mwo?"

"Nanti akan aku jelaskan.. Eum, kenapa dua hari ini kau tidak ke sekolah?"

Karena kau hyung!!
Karena aku sakit melihat kau tidak menganggapku ada di sekitarmu!!

"Hanya merasa tidak enak badan hyung." Ucapku berusaha tersenyum. "Hyung ada perlu apa kesini?"

"Untuk menjelaskan semuanya…."

Menjelaskan apa?
Menjelaskan kalau dia tidak sengaja menciumku dan sekarang dia menyesal?
Atau menjelaskan kalau dia adalah milik Taemin dan aku seharusnya tidak menyukainya?

Huks.. Jinki hyung, berhentilah membuatku merasakan sakit seperti ini..

"Ya..aku belum mulai bicara kenapa kau menangis?" Jinki hyung melihatku bingung.

Kuseka air mata yang kembali mengalir di mataku yang sudah cukup sembab. "Hyung, lupakan saja kalau aku mencintaimu…anggap saja kau tidak pernah tau tentang ini."

"Lalu melupakan juga kalau aku mencintaimu?"

Nde?
Apa maksud Jinki hyung?
Dia mencintaiku? Lalu Taemin?
Yaaa…kenapa ini semakin membuat kepalaku serasa mau pecah!

"Aku tau kau sangat mencintai Taemin hyung, jadi aku mohon jangan membohongiku."

Jinki hyung menghela nafas panjang. "Dengarkan penjelasanku, kau cukup diam dan jangan menyela perkataanku. Arra?"

Perlahan kuanggukkan kepalaku.

"Aku dan Taemin tidak pernah berpacaran.."

MWO??
Aku ingin mengeluarkan sejuta pertanyaan untuk Jinki hyung, tapi karena aku berjanji padanya untuk hanya diam dan mendengarkan, aku mengurungkan niatku itu.

"Kau taukan kalau aku adalah ketua club seni yang err..bukannya aku menyombongkan diri, tapi memang banyak yeoja dan namja cantik yang mendekatiku. Dan sungguh aku belum pernah berpacaran sehingga itu membuatku risih!"

Jinki hyung belum pernah berpacaran?
Atau jangan-jangan ciuman tempo hari adalaha ciuman pertamanya juga??
Omo…

"Sampai akhirnya Taemin masuk ke sekolah yang sama denganku. Kau mungkin tidak tau kalau aku adalah kakak kandung Taemin.."

"Kakak kandung? Tidak mungkin! Aku sudah mengenal Taemin sejak dulu dan yang aku tau dia adalah anak tunggal!" Ucapku tidak percaya, ok..aku minta maaf karena telah mengingkari janjiku untuk diam.

"Umma dan Appa sudah lama bercerai, sejak Taemin berusia 4 tahun. Dan Umma memilih merawat Taemin yang masih kecil dan Appa membawaku pergi ke Jepang." Jinki hyung terdiam sebentar, mungkin ini adalah salah satu kenangan pahit untuknya. "Appa merawatku dengan sangat baik sampai sekarang, tapi jujur aku membutuhkan kasih sayang seorang Umma. Dan kau tau, aku tidak pernah bertemu Umma dan Taemin sampai usiaku 15 tahun."

Aku tau hyung… Bahkan aku tidak mendapatkan kasih sayang dari keduanya. Mereka terlalu sibuk dengan urusan bisnis mereka, bahkan mungkin mereka lupa telah melahirkan aku dan Jonghyun hyung. Hanya Jonghyun hyung yang aku punya…

"Sampai Appa pindah tugas ke Seoul dan membawaku kembali ke sini. Aku bisa bertemu Umma dan Taemin lagi. Adik kecilku yang sudah tumbuh besar dan sangat manis. Dan ide itu muncul..aku meminta Taemin berpura-pura menjadi pacarku untuk mengindari gangguan para penggemarku." Jinki hyung terkekeh.

"Ck..kau terlalu percaya diri hyung!"

"Ya! Apa kau lupa kalau kau adalah salah satu penggemarku! Bahkan mungkin kau yang paling freak mengikuti sampai seperti ini." Jinki hyung menahan senyum melihat mukaku yang berubah warna menjadi kemerahan.

Mungkin dia benar.. Aku memang sinting karena dirinya..

"Sampai akhirnya aku bertemu denganmu di sekolah… Aku langsung ingat kau adalah namja manis yang pernah tidak sengaja terkena cipratan mobilku. Kau tau aku sudah tertarik denganmu sejak hari itu. Bahkan kau adalah namja cantik pertama yang naik di mobilku!"

Jinca?
Apa semua ini bukan mimpi?
Aku sedikit mencubit tanganku dan sakit! Ini bukan mimpi….

"Ini bukan mimpi bodoh!" Jinki hyung terkekeh sambil mengelus kepalaku lembut. "Aku senang ternyata kau adalah sahabat Taemin, aku berpikir aku bisa sedikit lebih dekat denganmu. Dan aku benar-benar tidak menyangka bahwa kedekatanku dengan Taemin membuatmu seperti ini… Mian"

Aku menggelengkan kepalaku pelan, aku hanya ingin bilang 'aku tidak apa-apa hyung! Kau membuatku menjadi namja yang kuat!' Ck..

"Lalu kenapa waktu itu kau melupakan janjiku untuk pergi ke perpustakaan? Dan kenapa kau menyesal telah menciumku dan berpura-pura tidak melihatku? Kau tau..itu membuatku sangat terluka.."

Air mataku lagi-lagi mengalir mengingat hal itu…

"Aku akan jelaskan semuanya…" Jinki hyung menyeka air mataku dengan ibu jarinya. "Aku tidak lupa dengan janji kita waktu itu. Kau tau..aku sangaaaaaaat senang bisa pergi berkencan denganmu, bahkan karena terlalu senang aku tidak memperhatikan jalan saat menyetir dan aku tidak sengaja menabrak anak kecil yang sedang menyebrang."

"Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa harus membiarkan aku merasa sangat tidak berarti untukmu hyung?" Ucapku serak karena terlalu banyak menangis.

"Aku tidak ingin membuatmu khawatir.. Tapi setelah anak itu sadar dan dokter bilang dia sudah membaik aku langsung pergi ke taman tempat kita janjian, dan aku menemukanmu pingsan. Maaf, aku benar-benar menyesal…"

"Jadi kau yang membawaku pulang, bukan Jonghyun hyung?" Tanyaku bingung.

"Ya, dan aku yang meminta Jonghyun hyung agar tidak memberitahukan hal ini. Aku sangat menyesal Kibum-a.." Jinki hyung menatapku penuh penyesalan, dan kalian tau..ini malah semakin membuatku ingin menangis! Aku terharu!

"Dan sejak hari itu aku tau kalau kau juga memiliki perasaan yang sama. Jujur aku terperangah saat melihat begini banyak fotoku yang kau kumpulkan. Taemin juga bilang kalau kau melihatnya berciuman dengan Minho dan kau marah besar kepadanya, sampai kau bilang bahwa kau menyukaiku."

Cukup Jinki hyung…kau membuatku malu!!

"Dan soal ciuman kemarin aku bukan menyesal karena kau tak pantas untuk aku cium, tapi aku hanya malu dan takut kau marah kepadaku. Ish..entahlah, aku bahkan sampai tidak bisa tidur memikirkannya dan menelpon Taemin semalaman untuk meminta saran darinya."

"Kibum-a…aku mencintaimu. Sangat mencintaimu…"

Kata-kata itu! Kata-kata yang sangat ingin aku dengar sejak dulu.
Huks…aku benar-benar tidak menyangka akan mendapat akhir yang bahagia seperti ini.

Kupeluk Jinki hyung erat. "Na do sarangahae hyung…." Kumenangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Jinki hyung yang sangat hangat. Huks.. Tuhan, aku benar-benar bahagia saat ini..

Jinki hyung melepaskan pelukanku, dia menatapku dalam. Menghapus air mata yang memenuhi wajahku dengan sapu tangan miliknya, sapu tangan yang mirip dengan sapu tangannya yang dulu masih kusimpan. Dan perlahan dia mendekatkan wajahnya kepada wajahku…

Dia akan menciumku lagi!! Ciuman kedua kami, dan yang aku yakin kali ini pasti lebih lembut dan penuh rasa cinta….

10 cm…

8 cm..

TUHAN.. JANTUNGKU BERDEBAR KERAS!!

5 cm…

3 cm…

Dan..

Kkeuchin geoni ne mamsoge
Ije nan deo isang eoptneun geoni
Nan neol neol saenggakhamyeon… Neomu appa appa appa..

Handphone ku berbunyi –"

Kupalingkan wajahku dan melihat nama yang tertera pada layar handphoneku. 'Taeminnie calling….'

Ck..kenapa harus menelpon disaat seperti ini sih, dasar Taemin jelek!

Kutekan tombol virtual berwarna hijau. "Kibum-a….!!!! Kau pasti sudah jadian dengan hyungku kan?? Ck..maaf selama ini aku tidak cerita kepadamu! Tapi aku senang akhirnya kalian berdua bisa berpacaran. Ck..kalian tau, kalian adalah dua orang paling bodoh di dunia ini. Memiliki perasaan yang sama sejak dulu tapi hanya memendamnya sendirian, aku saja kesal melihat kelakuan kalian. Oh ya, besok kita double date ya! Aku punya 4 tiket bioskop! Aku akan mengajak Minho oppa, otte??" Cerocos Taemin membuatku dan Jinki hyung hanya menggeleng-gelangkan kepala. Aku memang sengaja me-loudspeaker agar Jinki hyung juga bisa mendengarnya.

"Aku tidak mau! Karena besok aku akan mengajak Kibum ke perpustakaan untuk menebus janjiku tempo hari, dan aku hanya ingin berdua saja! Oh ya satu lagi aku belum bilang sudah merestui kau dengan Minho!!!" Jinki hyung menjawab setengah berteriak, astaga.. Kakak beradik ini membuatku bertambah pusing.

TUT TUT TUT…

Taemin menutup telponnya secara sepihak, membuat Jinki hyung mengoceh kesal. Ternyata Jinki hyung kurang menyukai Minho dekat dengan Taemin karena dia menganggap Minho adalah seorang playboy, pantas saja Taemin melarangku memberitahukan Jinki hyung kalo aku sering melihat mereka berdua. Hah..hari ini banyak sekali misteri yang terbongkar. Hahahaha

"Kibummie…" Hey..Jinki hyung mulai memanggilku dengan panggilan kecil seperti itu, kedengaran sangat romantis! Aku menyukainya!

"Bolehkan err…kita lanjutkan yang tadi?" Tanya Jinki hyung kikuk.

Aku menunduk malu mendengar pertanyaan bodoh Jinki hyung, sampai akhirnya kuanggukkan kepalaku tanda aku menyetujuinya.

10 cm…

8 cm…

5 cm…

3 cm…

"BERANI MENCIUM ADIKKU KAU AKAN BERHADAPAN DENGANKU!!!"

Aku dan Jinki hyung terpaku mendengar teriakan Jonghyun hyung dari depan kamarku, dia pasti menguping semuanya. Huaaaaaa…kenapa mereka menyebalkan sekali sih!!! Lee Taemin.. Kim Jonghyun… Rasanya aku ingin memukul kepala kalian sekarang juga!!!

-END-

Percayalah..
Setelah awal yang perih pasti ada akhir yang bahagia….

Tunggu FF selanjutnya yaaa…
Insya Allah aku mau buat FF ini yang Onew's POV biar semua jelas. Doakan cepet selesai yaaa :*
Comment dan Like dari kalian bisa buat aku semangat loh :')