[FF / JINKIBUM / BACK TO DECEMBER / ONESHOOT]

Title : Back To December
Genre : Angst
Author : @realala92
Main Cast : Kim Kibum, Lee Jinki
Other Cast : Lee Taemin, Choi Minho, Nam Woohyun, Kim Jonghyun

Akhirnya saya buat FF onkey lagi~
Happy reading yaaa~ *ngumpet*

***

Kehilangan….

Adalah saat dimana kita dapat mengerti sebuah kata “Berharga”….

***

Aku duduk termenung di balkon kamarku, sedirian… Memeluk kedua lututku yang tertekuk, berusaha menghilangkan rasa dingin yang menusuk tulangku. Tentu saja, karena saat ini masih musim dingin dan aku hanya mengenakan baju tidur tipis tanpa mantel dan syal.

Memandang langit malam yang kelam tanpa sinar bintang, hanya terdapat bulan yang bersinar sendirian. Sebuah bulan sabit…

Begitu mirip dengan matamu….

“Kibum-a…bagaimana kalau pulang sekolah ini kita pergi ke butik Heechul hyung. Sudah lama kita tidak kesana!” Ajak Taemin penuh semangat.

Aku berpikir sejenak, menimbang-nimbang ajakan Taemin. “Kita baru ke sana tiga hari yang lalu bodoh! Aku lebih tertarik pergi ke salon. Aku rasa rambutku perlu dimasker, eum..aku mau jajal masker vanilla, masker terbaru di Onkey’s salon.” Ujarku sambil merapikan rambut blonde ku yang kembar dengan sahabatku Taemin. Ok, bahkan rambutku sama sekali tidak berantakan. Tapi itu lah aku.. Seorang Diva Kibum yang selalu ingin terlihat sempurna.

“Kalau begitu aku ikut denganmu!” Taemin terlihat bersemangat sambil menghirup susu pisang kesukaannya.

TEP

Langkahku terhenti karena seorang namja putih menghalangi jalanku dan Taemin. Namja itu tersenyum lebar memperlihatkan kedua gigi kelincinya, membuat matanya yang sipit menjadi segaris. Kyeopta!!

Apa yang baru saja aku pikirkan? Kyeopta? Aku rasa aku mulai gila karena namja sinting ini selalu mengikutiku kemana-mana. Kuputar bola mataku jengah, berbanding terbalik dengan Taemin yang mulai terkekeh kecil namun dia tahan ketika aku meliriknya tajam.

“Apa lagi maumu Jinki-shi?”

Jinki membulatkan matanya, walau hanya membuat matanya hanya sedikit membesar. “Waw..kau ingat namaku!” Ujarnya penuh bahagia.

“Ck..jangan membuang waktuku!” Aku mulai terlihat tidak sabar dengan tingkah Jinki yang selalu menggangguku.

Jinki mengeluarkan setangkai mawar putih kesukaanku dari dalam tasnya. “Ini untukmu.. Dan sekali lagi aku mau bilang. Aku menyukaimu dan aku ingin menjadi kekasihmu.”

Mungkin banyak yeoja atau namja cantik akan tertawa bahagia mendapat pernyataan cinta seperti ini..tapi aku? Ck.. Jinki bukan namja yang masuk dalam kumpulan namja incaranku. Ok, Jinki memang kaya dan wajahnya bisa dibilang lumayan, tapi sifatnya yang kekanak-kanakan yang tidak aku sukai. Aku butuh namja tampan yang penuh pesona!

Taemin mengambil bunga ditangan Jinki “Wow..ini bunga dan pernyataan cinta ke sepuluh diminggu ini. Kau tegar sekali Jinki-shi!” Kekeh Taemin.

“Kau kuterima!”

Taemin dan Jinki langsung memandangku kaget.

Mereka pasti bepikir bagaimana bisa Kim Kibum menerima Lee Jinki -namja yang sudah ditolaknya sebanyak 27 kali- ??

Sepertinya aku baru saja membuat keputusan yang mengejutkan. Entahlah..aku berpikir Jinki tidak terlalu buruk untuk dijadikan kekasihku bila dilihat dari err..uangnya?

“Kenapa kau malah bengong? Ayo antar aku ke salon!”

“Harusnya aku menolakmu.. Harusnya aku tidak pernah mengenalmu.. Huks..” Aku terisak kecil, membiarkan air matanya turun membasahi pipi tirusku.

Meremas dadaku…sesak…aku sulit bernafas…
Aku sulit bernafas tanpamu…

“Kau serius menerima Jinki?” Tanya Taemin sanksi. Namja manis itu terlihat begitu penasaran dengan apa yang aku pikirkan. Taemin sudah menjadi sahabatku sejak kecil, jadi dia pasti tau ada yang tidak beres dengan diriku.

“Kau taukan kalau dia kaya? Bahkan orang tuanya adalah pemilik saham terbesar di sekolah ini. Jadi aku rasa dia dapat dimanfaatkan.” Aku menatap Taemin sambil tersenyum penuh arti.

“Maksudmu?”

Aku berdecak kesal, ingin sekali menjitak kepala Taemin. Aku hampir saja lupa kalau otak Taemin setingkat dengan anak-anak di sekolah dasar, terlalu polos dan terkesan bodoh.

“Dia kaya, aku suka shopping, jadi kami cocok. Buktinya kemarin kita sama sekali tidak keluar uang kan? Dan seperti yang kau bilang waktu itu, wajahnya lumayan tampan. Jadi..apa kau mengerti Taemin-a??”

Taemin terdiam sebentar, sepertinya otaknya sedang mencerna kata-kataku. “Maksudmu kau hanya butuh uangnya?”

“BINGO! Dan sepertinya dia sama bodohnya denganmu, jadi aku bisa dengan mudah memanfaatkannya.”

“Kau tega sekali Kibum-a! Hati-hati kau jatuh cinta kepadanya!” Goda Taemin dan aku benar-benar mendaratkan sebuah jitakan di kepalanya.

“Itu tidak akan pernah terjadi! Dia bukan tipeku. Dia terlalu polos dan sama sekali tidak menantang!”

“Ya..seharusnya itu tidak pernah terjadi.. Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta kepadamu…” Ucapku setengah berbisik. Menatap kosong ke arah langit hitam yang menemaninya malam ini.

Menemani kesongan yang memenuhi rongga dadanya…

“Kau akan pergi ke prom night bersama Woohyun? Hey…bagaimana dengan Jinki?” Taemin menatapku tidak percaya.

Kuhirup jus strawberry yang tadi aku pesan, terkesan tidak memperdulikan pertanyaan Taemin.

“Kim Kibum! Aku sedang bertanya padamu!!” Taemin terlihat kesal, namja imut itu mengembungkan pipinya yang menandakan dia sedang marah.

Aku terkekeh kecil, berpikir mengapa seorang Choi Minho sang kapten tim basket bisa jatuh cinta kepada namja childish seperti Taemin. “Haruskah aku jawab pertanyaanmu?”

Taemin mengangguk penuh semangat.

“Siapa yang lebih populer di sekolah? Jinki atau Woohyun?”

“Woohyun.”

“Siapa yang menjadi inceran namja dan yeoja cantik di sekolah ini?”

“Woohyun.”

“Siapa yang membawa mobil ferrari ke sekolah?”

“Woohyun.”

“Lalu siapa yang aku inginkan menjadi pacarnya selama setahun ini?”

“Woohyun.”

“Nah! Jadi sudah jelaskan aku harus pergi dengan siapa?” Kibum tersenyum penuh kemenangan.

“Woo..tapi..kau tidak memikirkan perasaan Jinki! Walau bagaimanapun dia sudah menjadi pacarmu selama sebulan ini dan seluruh murid di sekolah ini tau itu.” Taemin bersikeras mempertahankan ucapannya. Taemin memang bodoh bila berpikir dengan otak, tapi ada satu keunggulannya yaitu ketulusan hatinya. Dia selalu menggunakan hati dalam melakukan semua tindakannya.

“Aku tidak perduli…dia yang ingin menjadi kekasihku, dan ini adalah konsekuensinya.” Ku ambil selembar tissue dari dompetku untuk mengelap sisa jus strawberry yang menempel di bibir tipis berwarna soft pink kebanggaanku, kemudian pergi meningalkan Taemin yang masih menatapku dengan pandangan tidak percaya.

.
.
.

Ku tatap pantulan diriku di cermin besar yang berada di kamarku yang didominasi dengan warna pink, warna kesukaanku. Malam ini aku benar-benar terlihat sangat cantik dengan kaos hitam ketat yang ditutupi oleh sebuah mantel putih dengan aksen bulu-bulu di sepanjang tangannya dipadu dengan celana berwarna soft chocolate.

“Perfect..” Gumamku saat melihat hasil usahaku mempercantik diri dari dua jam yang lalu, seperti biasa aku selalu ingin terlihat sempurna.

Aku segera berlari menuruni anak tangga rumah ketika mendengar suara mobil yang berhenti tepat di depan rumahku.

ITU PASTI NAM WOOHYUN!!

Ceklek…

Senyum di wajahku memudar ketika melihat sosok namja yang sekarang berdiri di hadapanku.

“Jinki…” Gumamku saat melihat Jinki yang menjemputnya, bukan Jonghyun. Sedikit tertegun melihat penampilan Jinki malam ini, berbeda dari biasanya. Jinki terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang dikenakannya.

“Kau cantik sekali..” Pujinya, dan itu cukup membuatku tersenyum bangga. “Sudah siap untuk pergi?” Tanyanya dengan senyum yang tidak pernah absen dari wajahnya.

“Ya..” Jawabku singkat ketika melihat mobil ferrari merah milik Woohyun berhenti tepat di depan mobil audi hitam milik Jinki. “Woohyun-a…aku sudah menunggumu dari tadi!” Ucapku manja sambil berjalan menghampiri Woohyun yang baru saja keluar dari mobilnya.

“Maaf baby.. Tadi jalanan sedikit macet.” Woohyun mencium pipiku singkat, ck..dia membuat semburat merah berhasil muncul dengan sempurna di wajahku.

“Gwanchana.. Sudahlah, ayo berangkat. Sebentar lagi acaranya akan dimulai.”

“As your wish baby..” Woohyun membukakan pintu mobilnya untukku, ah! Woohyun memang paling tau bagaimana membuatku terpesona.

Sebelum aku masuk ke dalam mobil mewah milik Woohyun, kubalikkan tubuhku menghadap Jinki yang masih terdiam di depan pintu sambil menatapku. “Aku pergi duluan Jinki-shi! Bye~”

Aku jahat…
Aku memang manusia paling jahat di dunia ini…
Jinki, jangan menghukumku seperti ini…
Aku mohon…

Ini menyesakkan!! Kau tau? Ini membuat dadaku sesak!!
Apa ini juga yang kau rasakan waktu itu?

Mianhae…jeongmal mianhae…

“Selesaikan soal-soal itu sebagai hukumanmu, jangan coba-coba untuk kabur!” Ucap Park seonsaengnim sedikit mengancam. Aku hanya menatap setumpuk saol matematika di hadapanku dengan malas. Ck..kenapa hari ini aku sial? Kenapa Han seonsaengnim harus menemukanku yang bolos pelajarannya?

Kubaca baris pertama soal itu, aish..soal macam apa ini? Kenapa terdapat begitu banyak pangkat dan tanda akar seperti ini? Dan aku harus menyelesaikan 50 soal ini bila tidak ingin menginap di sekolah ini? Hey..ini bisa dilaporkan kepada komnas HAM! Han seonsaengnim sama saja merebut hak ku untuk pergi ke salon hari ini! Menyebalkaaaan!!!!

15 menit…

40 menit…

1 jam 20 menit…

“HUAAAAAA…aku bisa gila!!!!” Teriakku kesal karena sedari tadi aku hanya bisa menyelesaikan 2 soal! Kau bayangkan, 2 soal dari 50 soal?? Aku yakin, akan menginap di sekolah bila seperti ini caranya.

Kulihat lapangan sekolah yang mulai sepi karena hari mulai sore. Tak ada kah dari mereka yang ingin membantuku? Huks..bahkan seorang Lee Taemin saat ini malah sedang asik menemani Minho yang sedang latihan basket. Ok, kalau pun Taemin ada di sampingku saat ini, aku yakin dia tidak akan banyak membantu karena aku rasa aku masih lebih pintar darinya.

“Kau sedang melihat apa?” Tanya seseorang yang tiba-tiba sudah duduk di sampingku.

“Jinki.. Ck..bodoh, kau mengagetkanku!!” Aku menatapnya kesal, namja bodoh ini selalu saja membuatku kesal walau hanya melihat wajahnya saja.

“Kenapa belum pulang?” Tanyanya lagi, setelah pertanyaan pertamanya kuacuhkan.

“Bukan urusanmu!” Bentakku. Aku berpura-pura sibuk dengan soal dihadapanku, agar Jinki tak banyak bertanya lagi.

“Tentu saja urusanku..kau kan kekasihku..”

Kulirik Jinki yang saat ini sedang menatap wajahku lekat. Aku tak habis pikir dengan jalan pikirannya. Sudah jelas-jelas waktu itu dia melihatku lebih memilih pergi dengan Woohyun, tapi dia tidak marah sama sekali kepadaku. Apa cintanya kepadaku begitu kuat? Atau karena dia punya kelainan di otaknya? Entahlah..aku tidak perduli.

“Itu tugas apa? Sini kubantu..” Jinki mengambil sebagian soal ditanganku. Awalnya aku menolak, tapi setelah kupikir-pikir tak ada salahnya kan bila dia membantuku? Setidaknya aku ada teman untuk menginap di sekolah.

“Selesai!!!!!” Teriakku senang saat 50 soal terkutuk itu telah berhasil kujawab, ah ok..aku ralat kata-kataku. Sebagian besar soal itu Jinki lah yang menjawabnya, dan aku hanya bertugas untuk menyalinnya. Ternyata dia tidak sebodoh yang aku pikirkan.

Kulirik jam bermerk yang melekat indah di pergelangan tangan kiriku. Sudah pukul 8 malam, ternyata cukup lama juga aku dan Jinki mengerjakan soal ini.

“Ayo kuantar pulang..” Ajak Jinki, dia memakai jaket dan syalnya.

“MWO? KAU TIDAK BAWA MOBIL??” Teriakku saat kami tiba di parkiran sekolah dan aku sama sekali tidak melihat mobil audi hitam kesayangan Jinki.

“Memangnya aku bilang aku bawa mobil?” Tanya Jinki dengan tampang bodohnya!

“Lalu kenapa tadi kau bilang mau mengantarku pulang??” Tanyaku kesal.

“Kita bisa berjalan kaki kan? Lagi pula rumahmu tidak terlalu jauh…” Jawabnya lagi. Aish..rasanya aku ingin sekali memukul wajah tampa dosanya itu.

Kulangkahkan kaki ku kesal meninggalkan Jinki yang masih menatapku bingung, kemudian dia mensejajarkan langkahnya denganku. Tak ada obrolan yang keluar dari mulut kami, dan akupun tak berniat untuk mengobrol dengannya.

TEP

Jinki menghenentikan langkahnya kemudian menahan pergelangan tanganku.

“YA! Apa yang kau lakukan??” Aku berusaha melepaskan cengkraman tangannya yang menahanku.

Dia tak menjawab pertanyaanku, dan dia malah melepas syal yang dipakainya kemudian melilitkannya di leherku. “Kau pasti kedinginan…” Gumamnya.

Aku tertegun. Kenapa dia bisa tau kalau aku merasa kedinginan karena lupa membawa syal? Ck..ini semua diluar dugaanku, mana aku tau kalau aku akan pulang larut seperti ini karena dihukum, jadi buat apa aku repot-repot membawa syal.

“Jangan harap aku akan terpesona dengan sikapmu ini! Dan jangan harap aku akan berterima kasih padamu!” Ucapku sambil melanjutkan langkahku, meninggalkan Jinki yang lagi-lagi hanya tersenyum mendengar perkataanku. Ck..aku rasa dia memang gila!

SRET

“Ya!! Apa-apaan kau?!” Protesku saat Jinki menggenggam tangan kananku menggunakan tangan kirinya, kemudian memasukannya ke dalam saku jaket tebalnya yang mirip dengan mantel.

“Terasa lebih hangatkan?” Tanya nya sambil tersenyum dan dia menarikku untuk terus berjalan dengan posisi seperti itu, dan mengabaikan semua kata-kata protesku.

“Jinki..aku kedinginan saat ini… Huks..aku mohon munculah.. Aku butuh syal… Aku butuh genggaman tanganmu yang hangat.. Aku butuh dirimu…” Aku kembali terisak mengenang semua yang telah Jinki lakukan kepadaku.

I miss your sweet smile…

Hari ini tanggal 23 Desember 2011, hari ulang tahunku. Hah..hari ini harus menjadi hari yang special untukku!! Ok, aku memang tidak suka membuat pesta yang menghabur-hamburkan uang seperti remaja-remaja lainnya. Melakukan makan malam romantis dengan kekasihku pun sudah cukup, tapi..err..bukan kekasih bodoh seperti Jinki tentunya. Membayangkan dia akan tersenyum seperti orang gila bila memandangku saja sudah membuatku merinding.

“Ah..hari ini aku ke rumah Woohyun saja! Tak masalah bila aku yang harus mengajaknya makan malam, yang penting bisa makan malam romatis dengannya.” Gumamku sambil mulai mengambil sebuah baju yang baru kemarin aku beli bersama Taemin.

Drrrttttt… Drrrttttt…

Kuberlari kecil mengambil ponselku yang berada di kasur, siapa tau itu pesan dari Woohyun.

From: Jinki pabo

Kibum-a…aku tunggu kau di taman dekat kompleks rumahmu.
Aku akan disini sampai kau datang 🙂

Kuhela nafas panjang. “Kenapa malah Jinki sih yang mengirim pesan?” Kulempar kembali ponselku ke kasur tanpa membalasnya.

.
.
.

TING TONG

Kupencet bel apartment mewah milik Woohyun. Tak lama kemudian dia membuka pintu dengan pakaian yang rapi. “Ah..Kibum..” Ucapnya ketika melihatku.

“Woohyun-a…kau tau hari ini aku ulang tahun?” Tanyaku to the point.

“Jinca? Wah..chukkae…” Woohyun tersenyum sambil memelukku.

“Hmm..aku ke sini untuk mengajakmu makan malam merayakan ulang tahunku, kau mau?” Tawarku. Woohyun..aku mohon kau jawab iya!!

“Maaf Kibum… Tapi aku sudah ada janji dengan kekasihku.” Woohyun langsung menolak ajakanku.

Aku terdiam mendengarnya. Kekasih? Woohyun sudah punya kekasih?

“K..kau sudah punya kekasih?” Tanyaku sambil meremas tanganku, berharap aku salah dengar perkataan Woohyun barusan.

“Ne..kemarin aku jadian dengan Sunggyu, anak pemilik Woollim Ent. Dia baik, manis, pintar, dan…”

Cukup! Aku tidak mau mendengar apapun lagi. Setiap perkataan Woohyun tentang kekasihnya semakin membuat hatiku sakit. Aku menyukai Woohyun sejak satu tahun yang lalu…aku senang akhir-akhir ini dia dekat denganku..tapi kenapa aku harus patah hati secepat ini?

“Oh ya, terima kasih kemarin kau mau pergi ke prom night bersamaku. Kau tau..aku bertaruh dengan teman-temanku bila aku mampu mengajakmu.” Woohyun mengucapkan itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

DEG

Jadi..dia hanya bertaruh?? Oh tuhan..kenapa semua ini harus kudengar di hari ulang tahunku??

“Aku pergi dulu ya..” Woohyun mengecup pipiku singkat, kemudian berlalu meninggalkanku yang masih mematung di depan pintu apartment Woohyun.

“Huks…” Dan aku mulai terisak menyesali kebodohanku.

.
.
.

Kubalikkan tubuhku. Ck..kenapa aku tidak bisa tidur? Ok..aku memang masih kecewa kepada Woohyun, tapi sepertinya ada hal lain..ada hal yang aku lupa…

Kutatap jam dinding yang berada di kamarku. Sudah pukul 11:35 malam. “Aish..aku kenapa sih??” Kuacak rambutku kesal.

Aku akan disini sampai kau datang….

“Ah Jinki!!!” Pekikku saat mengingat pesan singkat dari Jinki tadi sore. Apa namja bodoh itu masih menungguku?? Ah..tidak tidak..dia pasti sudah pulang, ini sudah 6 jam sejak dia mengirim pesan itu. Tapi apa mungkin….

“JINKI!!” Teriakku saat melihat seorang namja yang tengah duduk di kursi taman yang sudah sepi sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya.

Namja itu menoleh ke arahku, kemudian tersenyum lebar.

Apa dia sudah gila? Di saat seperti ini masih bisa tersenyum seperti itu???

Dia bangun dari duduknya dan berjalan ke arahku. “Aku tau kau akan datang….” Ucapnya pelan. Kutatap wajahnya yang terlihat pucat, serta bibirnya yang terlihat membiru, dia pasti kedinginan!!

Dia melirik jam dipergelangan tangannya. “Masih sempat…” Gumamnya ketika melihat jam menunjukkan pukul 11:56 . “Selamat ulang tahun Kibum… Aku mencintaimu…” ucapnya sambil memberikan seikat bunga mawar merah kepadaku.

Air mataku perlahan menetes membasahi pipi mulusku. Sebegitu tulusnya kah dia mencintaiku??

Aku menghambur ke dalam pelukan Jinki. “Kau bodoh! Kau bodoh Lee Jinki! Aku membencimu! Huks…”

“Kenapa waktu itu kau menungguku? Kenapa kau tidak pergi saja? Kenapa kau membiarkan aku mulai mencintaimu? Kenapa Lee Jinki? Kenapa? Dan kenapa sekarang kau meninggalkanku?” Terus mengeluarkan segala perasaan yang membuatku sesak, membuatku ingin terus menangis.

Kenapa?
Kenapa?
Dan kenapa?

Aku tersenyum puas melihat hasil dekorasiku di taman belakang rumahku yang cukup luas. Aku sengaja mendekorasi taman ini untuk merayakan ulang tahun Jinki malam ini. Ya..perlahan aku mulai tersentuh melihat ketulusan hatinya. Malam ini aku bertekad untuk bilang kalau aku juga mencintainya..mencintai seorang Lee Jinki bodoh yang tulus mencintaiku…

“Ah..aku capek sekali.” Keluh Taemin sambil duduk di ayunan, dan Minho terlihat mendekati Taemin dan mulai mengurut pundak Taemin. Ck..mereka membuatku iri!! Lihat saja, besok aku juga akan bermanja-manjaan seperti itu pada Jinki ku!!

Aku berjalan mendekati mereka berdua. Kuberikan dua kaleng softdrink untuk mereka berdua. “Terima kasih mau membantuku…”

.
.
.

Aku berjalan mondar-mandir di pintu gerbang rumahku. Sudah hampir semua tamu datang, tapi batang hidung Jinki tak kunjung muncul. “Kau kemana sih Lee Jinki?!” Aku menggeram kesal.

Aku mengambil ponselku dan berusaha menghubunginya.

Tuuut.. Tuuut…

“Yoboseyo…” Jinki mengangkat telpon saat bunyi sambungan yang ketiga.

“KAU DIMANA LEE JINKI?! SEMUA TAMU SUDAH DATANG DAN KAU MASIH BELUM MUNCUL!!!” Teriakku kesal, apa dia menganggap remeh pesta yang telah susah payah aku buat demi dirinya ini??

“Aku terjebak macet..ck..aku tidak tau di jalan ini ada perbaikan jalan.” Jelas Jinki.

“Aku tidak perduli! Bila setengah jam lagi kau tidak muncul maka kita putus!!!” Ancamku dan langsung memutuskan sambungan telponnya.

15 menit…

45 menit…

Pesta sudah aku mulai sejak 30 menit yang lalu, karena tidak mungkin membiarkan tamu-tamu itu kebosanan karena menunggu Jinki. Semua terlihat saling bercengkrama bahagia berkumpul seperti ini. Tapi aku..masih berdiri cemas menunggu kedatangan Jinki, entah kenapa perasaanku jadi tidak enak.

Drrrtttt… Drrrtttt…

Ponsel yang sedari tadi kupegang bergetar tanda ada panggilan masuk, segera kupencet tombol virtual hijau untuk mengangkat panggilan itu. “Yoboseyo…”

“…”

“Ya, ini aku Kibum kekasihnya. Ada apa?”

“…”

“A..apa?? I..ini tidak mungkin?? Kalian jangan bercanda!!”

“…”

“JANGAN MEMBUAT LELUCON SEPERTI INI!!! INI TIDAK LUCU!!!” Aku berteriak histeris membuat semua tamu menatapku bingung. Air mataku mengalir deras membuat make up ku yang sempurna menjadi hancur.

Taemin berjalan mendekatiku. “Ada apa Kibum-a?” Tanyanya khawatir.

“Mereka bilang..Ji..jinki..huks..dia kecelakaan……”

.
.
.

Aku hanya menangis di depan pintu ruang UGD tempat Jinki sedang dirawat, mereka bilang Jinki mengalami luka yang serius karena mobilnya jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam. Itu terjadi karena dia mengambil jalan pintas menuju rumahku yang cukup berbahaya bila dilewati malam hari.

“Ini salahku….” Hanya kata-kata itu yang aku ucapkan di sela isak tangisku sejak tadi. Taemin menatap miris kepadaku kemudian memelukku, mencoba menenangkanku.

“Ini bukan salahmu…ini hanya sebuah takdir….” Bisik Taemin.

Ceklek

Pintu ruang UGD itu terbuka dan muncul lah seorang dokter yang sejak tadi aku tunggu untuk memberiku penjelasan tentang keadaan Jinki.

“Bagaimana dok?” Tanyaku penasaran.

Dokter itu menatapku prihatin, kemudian dia menggelengkan kepalanya. “Maaf…kami sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkehendak lain…”

Aku menggelengkan kepalaku tidak percaya dengan apa yang dokter tua bangka itu katakan, ini pasti hanya lelucon!!!! “TIDAAAAAAAAKKK!!!! JINKI PASTI MASIH HIDUP!!! JINKI AKAN SELALU DISAMPINGKU!!”

Aku berlari menerobos masuk ke dalam ruang UGD itu, menangis kencang saat melihat tubuh Jinki yang terbujur kaku dan penuh dengan luka-luka. “Jinki..bangun…” Aku mengguncang-guncang tubuhnya yang terasa dingin di kulitku.

Taemin tak menghentikanku, dia hanya menangis terisak di pelukan Minho.

Kupeluk tubuh kaku Jinki, menenggelamkan wajahku pada dadanya yang bidang. “Bangun Jinki…huks..aku mohon…”

“Bangun Jinki….aku belum bilang kalau aku mencintaimu…….”

Aku menyesal Jinki…
Aku ingin kembali ke hari itu…
Aku ingin mengubah semuanya…

“KAU JAHAT JINKI!!! KAU JAHAT PADAKU!!! KENAPA KAU MENINGGALKANKU!!!!” Aku berteriak histeris. Berjalan tergesa-gesa masuk ke kamarku, membuka semua laci-laci di kamarku mencari sebuah benda. Benda yang akan membuatku bertemu dengan Jinki….

TOK TOK TOK

“Kibum..buka pintunya!!!” Terdengar Jonghyun hyung mengedor-gedor pintu kamarku. “Jangan berbuat hal yang tidak-tidak!!!”

“Maaf hyung…aku tidak bisa hidup tanpa Jinki…” Bisikku sambil menatap sebuah pisau lipat di tanganku. “Jinki…kita akan bertemu lagi…..” Kusayat pisau itu ke pergelangan tanganku.

Tanganku perih…
Tapi ini akan menghilangkan perih di hatiku….

Dan semua menjadi gelap…..
Jinki, tunggu aku….
Aku akan menemuimu sekarang….

-THE END-

Apa ini? Ini apa? HAHAHAHA
Udah baca trus mau bunuh saya??? Ampuuuuuun #kabuuur

Boleh bunuh saya tapi RCL dulu ya!! Wkwkwkwkwk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s