Aku di Usia 25 Tahun. LOL XD

Aku di Usia 25 Tahun

Hari ini tepat tanggal 19 Oktober 2017, tidak terasa sudah 25 tahun aku hidup di dunia ini. Tidak terasa pula sudah banyak pengalaman yang aku lalui hingga hari ini tiba, seperti menikah, memiliki seorang buah hati, dan pengalaman lainnya yang mungkin bias membuat aku tersenyum bila mengingatnya.

Oh ya, perkenalkan namaku Falianda Clara Oktarina atau biasa dipanggil dengan nama kecilku yaitu Lala. Masih sama seperti lima tahun lalu, aku tetap menjadi seorang wanita yang tidak terlalu banyak bicara dan masih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan negara Korea Selatan. Aku juga tidak mengerti kenapa aku tidak pernah bosan dengan negara tersebut, bagiku semua yang ada di negara itu cukup menarik, mulai dari budaya, musik, dan drama yang membuatku mengagumi negara tersebut. Bisa kalian bayangkan, sejak duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas (SMA) sampai hari ini aku tetap mengagumi negara penghasil ginseng tersebut. Tapi hal itu bukan berarti aku tidak mencintai negaraku sendiri yaitu Indonesia, bagiku Indonesia tetap nomor satu dan Korea Selatan di nomor dua. Aku menulis ini dengan tertawa.

Sekarang aku akan menjelaskan kehidupanku saat ini. Aku telah menikah dua tahun yang lalu, saat usiaku menginjak angka 23. Suamiku adalah seorang yang tidak terlalu tampan tapi kalau aku boleh jujur dia memiliki wajah yang cukup manis, dia memiliki tubuh yang tidak terlalu berisi dan tidak terlalu kurus, dan tingginya mungkin hanya berbeda beberapa centimeter di atas tinggiku. Saat ini dia bekerja sebagai pegawai di kantor pelayanan pajak. Aku cukup iri dengan dirinya, walau bagaimanapun itu adalah kantor yang aku impikan sejak duduk di bangku kuliah. Saat ini kami sudah memiliki seorang buah hati berjenis kelamin wanita yang sudah berusia 10 bulan. Namanya adalah Gelbina Putri. Aku sangat menyayanginya, dan bagiku dia adalah hal terpenting di dunia ini. Ah, mungkin suamiku akan cemburu bila membaca ini.

Aku akan menjelaskan tentang pekerjaanku saat ini. Tiga bulan setelah aku lulus dari D3 Perpajakan di Universitas Lampung, aku melanjutkan ke S1 di sebuah Universitas Swasta di Jakarta. Setelah lulus dan mendapatkan gelar sarjana pajak, aku kembali ke Bandar Lampung untuk mencari pekerjaan di sana karena menurutku peluang mendapat pekerjaan di Bandar Lampung jauh lebih banyak daripada di Ibukota yang padat penduduk. Beberapa bulan kemudian aku mendapat pekerjaan di sebuah bank swasta di Bandar Lampung dan di tempat inilah aku bertemu dengan suamiku yang saat itu memiliki keperluan di bank tersebut.

Pekerjaanku tidak bertahan lama, karena menurutku ini bukan jalan hidup yang aku inginkan. Aku kembali teringat dengan cita-citaku saat kuliah dulu, yaitu memiliki sebuah toko yang menjual pernak pernik artis-artis Korea atau biasa disebut dengan Korean-pop (K-pop). Alasanku ingin membuat toko seperti itu adalah karena di Bandar Lampung belum ada toko sejenis ini, padahal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sudah banyak yang memiliki usaha di bidang ini dan aku rasa penggemar negara ginseng ini cukup banyak di sini, jadi apa salahnya aku mulai membuat bisnis ini?

Dan disinilah aku sekarang, di sebuah toko yang tidak terlalu besar di Jalan Kartini Bandar Lampung. Toko yang aku bangun sejak satu tahun yang lalu, dengan uang hasil dari gajiku selama bekerja di bank. Toko yang di dominasi dengan perpaduan warna kuning dan hijau, warna kesukaanku. Toko yang menjual segala pernak-pernik Korean-pop (K-pop) mulai dari baju, lightstick, alat makeup, jam tangan, dan berbagai accessories lainnya. Dari segi penghasilan, aku rasa toko ini lumayan membantu biaya hidupku dan aku bisa menyimpan sebagian penghasilanku untuk biaya haji kedua orang tuaku. Dan untuk keperluanku serta buah hatiku tentu saja adalah kewajiban suamiku tercinta. Jadi dari segi keuangan, keluarga kecilku bisa dibilang cukup berada dan tidak mengalami kesulitan.

Aku melupakan sesuatu, tentang pekerjaan sampinganku. Sejak aku duduk di bangku kuliah di Jakarta, aku resmi menyandang status seorang penulis. Itu semua terjadi karena aku iseng mengirimkan cerita-cerita yang aku tulis di blog pribadiku sejak sekolah dulu. Cerita-cerita berseri yang biasa aku tulis di blog itu ternyata cukup bagus untuk dijadikan sebuah novel dan ceritaku terpilih menjadi pemenang di sebuah lomba yang diadakan oleh sebuah penerbit buku. Jadi mulai saat itu bila aku memiliki waktu luang, aku akan mulai menulis cerita-cerita yang bermunculan di otakku. Dan kedua pekerjaanku ini adalah pekerjaan yang aku sukai dan memang aku cita-citakan sejak dulu. Semoga pekerjaan ini berjalan lancar dan tetap bertahan sampai aku tua nanti.

Sebenarnya ada satu cita-citaku lagi yang belum tercapai, yaitu pergi ke Seoul, Korea Selatan. Seoul adalah kota yang dari dulu ingin aku kunjungi, sampai hari ini aku hanya bisa melihat keindahan kotaSeoul melalui layar televisi, tapi aku harap aku dapat menginjakan kakiku secara langsung di tanah Seoul. Dan sepertinya impianku ini akan segera terkabul. Kalian tau apa yang ada di tanganku saat ini? Ini adalah tiket konser sebuah boyband Korea bernama SHINee, idolaku sejak sekolah. Aku mungkin sudah sangat tergila-gila dengan mereka, dan untungnya suamiku memaklumi hobbyku ini. Bahkan tiket ini dia yang membelikannya untukku sebagai hadiah ulang tahunku ke 25. Sungguh aku sangat mencintai suamiku tercinta ini. Lihat, dia hanya tersenyum membaca tulisanku ini. Dua bulan lagi aku akan berangkat ke Seoul, rasanya aku ingin melompat-lompat karena terlalu bahagia. Seoul…tunggu aku!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s