[FF / SG / JINBOON / LOVEY DOVEY / PART 4 END]

2

Title : Lovey Dovey
Length : 4 of 4
Genre : SG, Romance
Rating : PG 17
Author : @pjy1314
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gwiboon, Nam Woohyun

NB : ini cerita terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama . Happy reading~ ^^

Continue reading

[FF / SG / JINBOON / LOVEY DOVEY / PART 3]

1

Title : Lovey Dovey
Length : 3 of 4
Genre : SG, Romance
Rating : PG 17
Author : @realala92
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gwiboon, Nam Woohyun

NB : ini cerita terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama.

Continue reading

[FF / SG / JINBOON / LOVEY DOVEY / PART 2]

3

Title : Lovey Dovey
Length : 2 of ?
Genre : SG, Romance
Rating : PG 17
Author : @realala92
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gwiboon, Nam Woohyun

NB : ini cerita terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama . Happy reading~ ^^

***
Bertahan…

Menunggu kau menatapku…

Berharap kau menyadari perasaanku…

Berdoa agar kau melihat sosokku…

Sampai waktu yang akan membuatku mengentikannya…

***
“Gwiboon-a, kau darimana saja? Aku dengar tadi Jinki membawamu pergi? Apa yang dia lakukan?”

Gwiboon tersenyum kecil mendengar pertanyaan-pertanyaan yang Woohyun lontarkan, ditambah dengan wajahnya yang terlihat sangat cemas. “Dia tidak melakukan apa-apa, oppa. Dia hanya mengembalikan barangku yang terjatuh.” Ok, untuk yang kesekian kalinya Gwiboon berbohong pada Woohyun karena namja menyebalkan bernama Lee Jinki itu.

“Benarkah?”

“Ehm..” Gwiboon menganggukkan kepalanya penuh peyakinan.

Woohyun menatap mata Gwiboon dalam, membuat yeoja manis itu diam membisu. Baru kali ini Woohyun menatapnya seperti itu. “Baiklah..aku percaya padamu..”

Aku percaya padamu…

Gwiboon terdiam mendengarnya, ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Dia merasa jahat pada Woohyun yang telah percaya sepenuhnya padanya, sedangkan dia sering berbohong, bahkan dia membohongi dirinya sendiri dengan berpura-pura menjadi namja manis dan ramah agar Woohyun menyukainya.

Maafkan aku Woohyun oppa…

“Kalau terjadi sesuatu padamu, kau harus bilang kepadaku. Aku akan berusaha menjagamu.” Woohyun mengusap kepala Gwiboon penuh sayang.

“Eum…gomawo Woohyun oppa.” Gwiboon tersenyum manis ke arah Woohyun yang juga tersenyum kepadanya sambil mengacak-acak rambut bergelombang milik Gwiboon.

***

DEG

Gwiboon terperanjat saat melihat isi lokernya. Semua buku di dalamnya sudah tersobek tidak beraturan dan penuh dengan surat-surat ancaman untuknya. Dengan tangan bergetar Gwiboon mengambil selembar kertas berwarna putih dengan tulisan berwarna merah.

JAUHI JINKI!! DASAR YEOJA PENGGODA!!!

Gwiboon meremas surat itu dan menutup lokernya dengan kuat penuh amarah. “Brengsek!” Desisnya sambil berjalan tenang menuju kelasnya.

“Aku dengar dia menggoda Jinki karena Jinki orang kaya..bahkan lebih kaya dari Woohyun”

“Dia hanya namja miskin kan? Bagaimana mungkin Jinki menyukainya?”

“Pasti dia bersikap sok manis di depan Jinki…”

“Dia memakai wajah manisnya untuk menggoda pria-pria..”

Bisikan-bisikan itu tak berhenti singgah di telinga Gwiboon saat dia berjalan menyusuri lorong menuju kelasnya. Dia hanya berusaha ‘menutup telinganya’ dan berpura-pura tidak mendengarnya walau sebenarnya dia ingin sekali memukul wajah para yeoja bermulut usil itu. Hingga akhirnya langkahnya terhenti karena beberapa yeoja mencegat jalannya.

“Maaf, kalian ada perlu apa denganku?” Gwiboon berusaha bersikap ramah kepada mereka.

“Cih..bersikap sok manis di hadapan kami, menjijikan!”

“Berani sekali namja miskin sepertimu menyentuh Jinki kami!”

“Bahkan kau terlalu bagus untuk menyentuh sepatu kami!”

Oh hebat sekali namja bernama Lee Jinki itu. Baru saja seminggu dia bersekolah disini dia sudah memiliki banyak fans fanatik seperti ini. Hanya sekumpulan yeoja bodoh yang menganggap namja brengsek seperti Lee Jinki itu bagaikan pangeran. Ck..bahkan dia lebih cocok menjadi seorang penyihir berotak pervert!

“Aku tidak punya urusan dengan kalian..aarrggghh…” Gwiboon meringis kesakitan saat salah satu dari mereka menarik rambutnya.

“Kami bilang jauhi Jinki!!!!”

“Aku tidak mendekatinya bahkan aku tidak tertarik padanya…” Jawab Gwiboon sambil menatap mereka tajam. Mungkin beberapa saat lagi dia tidak dapat menahan amarah yang sudah bergemuruh di dadanya.

“Cih..berani sekali kau bilang seperti itu, dasar namja penggoda!”

PLAK

Gwiboon tertegun saat merasakan panas di pipi kirinya akibat tamparan salah satu dari mereka.

“Apa yang kalian lakukan?” Woohyun datang dengan wajahnya yang sangat panik. Dia mendorong yeoja yang sedang menarik rambut Gwiboon. Sedikit terhenyak saat melihat pipi Gwiboon yang memerah, tentu saja dia yakin kalau yeoja-yeoja itu baru saja menampar pipi mulus Gwiboon. Woohyun menarik Gwiboon agar berdiri di belakang tubuhnya.

“Memberi pelajaran dengan yeoja penggoda itu!”

“Gwiboon bukan namja penggoda! Dan aku ingatkan, jangan pernah mengganggunya lagi karena aku akan melindunginya!!”

Gwiboon menggigit bibirnya mendengar perkataan Woohyun yang ia rasa hanya akan menambah masalah untuknya. Ok, dia senang Woohyun membelanya seperti ini, tapi mungkin saja setelah ini bukan hanya fans Jinki yang menyerangnya, melainkan fans Woohyun juga!

.
.
.

Dan benar saja apa yang Gwiboon pikirkan, baru saja dia meninggalkan kelas untuk pergi ke ruang osis, kursi miliknya sudah menghilang dan banyak sampah berserakan di atas mejanya. Mungkinkah mereka berpikir itu adalah tempat pembuangan sampah?

“Sabar Kim Gwiboon…kau pasti bisa…” Gumamnya sambil mengambil kotak sampah untuk membuang sampah-sampah yang memenuhi meja nya.

.
.
.

“Sepertinya kau sibuk sekali hari ini?”

Gwiboon menghela nafas panjang saat mendengar suara yang sangat dia kenal beberapa hari ini, dia menghentikan aktivitas membuang sampah-sampah itu di tempat pembuangan sampah di belakang sekolah.

“Dan ini semua karena ulahmu Lee Jinki!” Gwiboon membuang sampah dengan buru-buru dan berjalan meninggalkan Jinki. Dia tidak ingin dekat-dekat dengan Jinki lagi, dia sudah muak dengan para fans Jinki yang membuat hari-harinya di sekolah menjadi suram.

“Ck..aku juga tidak menyangka kalau aku memiliki banyak fans seperti itu, ternyata pesonaku memang tidak bisa ditutupi.” Oceh Jinki tetap mengikuti Gwiboon. “Lagipula kalau kau mengeluarkan sifat aslimu pasti kau bisa melawan mereka.”

Gwiboon menghentikan langkahnya. “Kenapa sih kau selalu mengganggu? Kau tau, kau itu menyebalkan! Selalu berbuat seenaknya hanya karena kau anak orang kaya dan pemilik sekolah, hah?”

Jinki mengepalkan tangannya, menahan amarahnya. Dia tidak suka bila statusnya sebagai anak orang kaya atau pemilik sekolah ini diungkit-ungkit. Dia hanya ingin orang-orang menilainya tanpa status yang membuatnya muak itu.

“Jadi karena aku orang kaya kau tidak suka padaku? Karena aku anak pemilik sekolah ini kau terus menghindariku?” Jinki mencengkram lengan Gwiboon kuat, membuat yeoja itu meringis kesakitan. Jinki benar-benar terlihat menyeramkan dengan matanya yang menatap Gwiboon tajam.

“Jin…hmmfftt…”

Jinki membungkap mulut Gwiboon dengan bibir tebalnya. Melumatnya dengan sedikit kasar, tanpa memperdulikan Gwiboon yang terus memberontak mendorong tubuh Jinki yang tak bergeming sedikitpun.

“Ngg…” Desahan Gwiboon lolos begitu saja saat Jinki menggigit bibir bawahnya, dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Gwiboon. Jinki menarik tengkuk mulus Gwiboon untuk memperdalam ciumannya. Membiarkan lidahnya bergulat dengan lidah milik Gwiboon, sampai air liur mereka yang saling bertukar.

PLAK

Gwiboon berhasil mendorong tubuh Jinki dan menampar pipi kirinya cukup keras.

“Ya!” Jinki kaget karena Gwiboon berani menamparnya seperti ini. Baru kali ini dia merasa ditolak, benar-benar ditolak seolah-olah dirinya sangat menjijikan.

DEG

Jinki terdiam saat melihat mata Gwiboon yang terlihat berkaca-kaca. Baru kali ini dia melihat Gwiboon yang kuat terlihat benar-benar rapuh bagaikan sebuah gelembung yang bila disentuh akan pecah dan menghilang.

“Aku tau kalau kau memang benar-benar brengsek!” Gwiboon mengusap kasar air mata yang mulai mengalir di pipi tirusnya. “Bahkan Woohyun oppa saja belum pernah menciumku..” Rancaunya tak jelas.

“Jangan pernah menemuiku lagi! Jangan bilang suka padaku kalau kau berbohong! Aku membencimu Lee Jinki!!!”

Gwiboon berlari meninggalkan Jinki yang masih mematung di tempatnya. Dia memegang pipi kirinya yang masih terasa panas karena tamparan Gwiboon. “Bahkan ini adalah pertama kalinya kau menyentuhku terlebih dulu…”

***

Gwiboon menghentikan langkahnya saat melihat Jinki berdiri tepat di depan gerbang belakang sekolah. Kenapa dia tau kalau Gwiboon selalu lewat gerbang belakang untuk masuk ke sekolah sejak para fans Jinki selalu menghadang jalannya, dan berusaha membuat masalah dengannya?

Gwiboon mengeratkan pegangannya di tali tas pink miliknya dan kembali melanjutkan langkahnya melewati namja tampan itu seolah-olah dia tidak melihatnya.

“Maaf…”

DEG

Gwiboon kembali menghentikan langkahnya saat mendengar Jinki mengucapkan kata maaf.

“Soal kemarin, aku benar-benar minta maaf…”

Gwiboon membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jinki yang menundukkan kepalanya, sepertinya dia menutupi wajahnya yang sedikit memerah.

“Kenapa kau menunduk seperti itu?”

“Aish..ini adalah pertama kalinya aku meminta maaf dalam hidupku. Terserah kau mau maafkan atau tidak, yang penting aku sudah minta maaf.” Ujar Jinki sambil menggaruk kepalanya frustasi.

Gwiboon tersenyum kecil melihatnya, entah mengapa dia merasa Jinki benar-benar serius meminta maaf kepadanya. “Apa boleh buat, lagipula kau sudah meminta maaf.”

“Menyebalkan!”

Gwiboon semakin terkekeh melihat Jinki yang lagi-lagi menundukkan kepalanya karena malu. Dia rasa ini memang benar pertama kalinya seorang Lee Jinki meminta maaf.

“Kalau ada yang mengganggumu bilang saja padaku.” Ujar Jinki sok pahlawan.

“Cih..aku tidak butuh bantuanmu!”

“Aku tau kau adalah yeoja yang kuat. Jadi karena itu aku tidak ingin melihatmu menangis. Tapi saat kau merasa lemah dan sedih, panggilah aku. Sampai Gwiboon yang kuat kembali aku akan menjadi sandaranmu.”

DEG

Kenapa jantungku berdebar seperti ini mendengarnya?

“Ini semuakan karenamu Lee Jinki!” Gwiboon berusaha menutupi rasa gugupnya.

“Iya, aku tau ini karenaku. Makanya aku akan mengawasimu, aku akan berusaha melindungimu…”

Kata-kata ini…

Kata-kata yang paling ingin aku dengar…

Kenapa harus dia yang mengucapkannya?

“Dan bayarannya mudah, setiap kali kau meminta bantuanku kau hanya tinggal memberikanku sebuah ciuman. Bagaimana?” Goda Jinki.

Oh harusnya tadi Gwiboon tak perlu merasa terpesona oleh kata-kata namja mesum ini. “Dasar pervert!!!”

Jinki tertawa mendengarnya. Dia mencubit pipi Gwiboon gemas. “Tetaplah seperti ini.. Lebih baik hanya aku saja yang tau tentang dirimu yang sebenarnya…”

DEG

Jinki mengusap kepala Gwiboon lembut. “Cepatlah menjadi lemah, karena aku tidak sabar merasakan ciumanmu.” Kekehnya.

“Aku tidak akan pernah meminta bantuanmu namja pervert!! TI-DAK A-KAN PER-NAH!!”

Berhentilah bilang suka bila kau berbohong…

Karena aku hanya butuh sebuah cinta yang tulus…

***
Semakin sering Gwiboon terlihat bersama Jinki, semakin banyak orang yang membencinya. Bahkan murid-murid yang lain semakin menjauhinya. Ck..itu bukan masalah untuknya, karena memang beginilah seorang Kim Gwiboon. Selalu sendirian…

Menatap gumpalan awan putih yang terlihat indah di langit yang sangat cerah. Membiarkan angin menerpa wajahnya. Selalu seperti ini, makan siang di atap sekolah. Sendirian. Hanya ditemani kotak bekal yang selalu dibawanya ke sekolah.

“Kau benar-benar tidak punya teman ya?” Dia lagi. Orang yang paling malas ditemui oleh Gwiboon. Tentu saja itu adalah Lee Jinki. Sekarang Jinki semakin membuatnya pusing karena selalu mengikutinya kemana pun.

“Tinggalkan aku sendirian!” Gwiboon malas meladeni Jinki. “Lagipula aku tidak butuh teman. Asalkan ada Woohyun oppa disampingku, itu sudah cukup untukku.”

Jinki hanya mencibir mendengar perkataan Gwiboon. Tanpa memperdulikan perkataan Gwiboon yang bilang ingin sendirian, Jinki duduk di samping yeoja manis itu. Mengambil sepotong telur dadar gulung yang berada di kotak bekal milik Gwiboon dan memakannya walau Gwiboon protes setelahnya.

“Aku perhatikan kau juga tidak pernah mengobrol dengan siapapun. Ck..kau juga tidak punya teman kan?” Gwiboon menatap Jinki dengan pandangan prihatin.

“Jangan menatapku seperti itu! Aku juga tidak butuh teman! Asal ada kau itu sudah cukup, dan kau juga hanya butuh aku!”

Gwiboon menatap mata bulan sabit milik Jinki yang memancarkan sebuah keseriusan. Dan kenapa hatinya bergetar melihatnya?

Kau hanya butuh aku…

“Sudah aku katakan aku hanya butuh Woohyun oppa. Sudahlah, aku harus kembali ke kelas.” Gwiboon membereskan kotak bekal makan siangnya dan bangkit dari duduknya membersihkan roknya yang terkena debu.

“Mulai hari ini aku jadi temanmu satu-satunya, dan kau jadi temanku satu-satunya.”

Eh? Teman?
Baru kali ini ada seseorang yang memintanya berteman. Beberapa tahun ini hanya ada Woohyun di otaknya, dia sampai lupa bagaimana rasanya memiliki seorang teman.

Hangat…
Sebuah perasaan yang nyaman dan membuat dirinya ingin tersenyum.

***

Entah apa yang sedang dipikirkan yeoja manis bernama Gwiboon saat ini. Mungkin saja dia sedang kerasukan sebuah roh penasaran, oh ok mungkin itu terlalu berlebihan. Tapi lihatlah apa yang sedang dia lakukan sekarang. Memperhatikan seorang namja bermata bulan sabit yang sedang bermain basket sendirian! Memperhatikan seorang Lee Jinki dari balkon kelasnya di lantai dua!

Sedikit terpesona melihat Jinki dengan rambut coklat gelapnya yang sesekali terbang terkena angin, dan keringat yang mengalir di wajahnya membuatnya terlihat err..semakin tampan. Oh ingat, hanya sedikit terpesona! Sedikiiiit!

Gwiboon tersenyum kecil melihat Jinki yang melompat senang karena bola yang dia lempar masuk ke dalam ring dengan sempurna. Ck..ternyata seorang Lee Jinki bisa juga terlihat kekanak-kanakan seperti itu.

“JINKIIIIIIIII~”

Sebuah suara berat milik seorang namja tiba-tiba saja menghentikan lamunan Gwiboon tentang Jinki. Seorang namja bertubuh kekar berlari menuju lapangan dan memeluk Jinki erat.

Siapa dia?

Terlihat Jinki yang berusaha melepaskan pelukan namja kekar itu, sepertinya dia sedikit risih dengan perlakuan namja itu.

“Aaa..temanku, aku merindukanmu!!”

Teman? Dia teman Jinki? Bukankah Jinki bilang hanya Gwiboon teman satu-satunya?

Aku juga tidak butuh teman! Asal ada kau itu sudah cukup, dan kau juga hanya butuh aku!

Gwiboon memegang dadanya yang bergemuruh. Perasaan apa ini? Kenapa dia merasa sesuatu yang mengganjal? Sesuatu yang ingin membuatnya marah..

Kenapa aku semakin merasa kesepian?

“Apa yang kau lakukan disini Kim Jonghyun?” Jinki menatap sebal ke arah namja kekar bernama Jonghyun itu. Sedangkan orang yang ditatap seperti itu hanya tertawa cengengesan membuat Jinki semakin kesal.

“Aku dikeluarkan dari sekolah karena terlalu sering membolos, dan aku ingat sekolah ini adalah milik Ayah mu. Jadi aku meminta Ayah ku untuk memindahkan aku ke sini. Aaaaa..aku senang sekali bisa satu sekolah denganmu lagi!” Jonghyun kembali merangkul pundak Jinki, walau terlihat agak susah karena tubuhnya yang sedikit lebih pendek dari Jinki.

Kenapa dia selalu berbohong?

Gwiboon tertegun saat melihat Jinki melambaikan tangan ke arahnya, sepertinya dia baru melihat keberadaan Gwiboon yang sedari tadi memperhatikannya.

Senyum itu…ternyata bukan hanya untukku…

Tanpa menanggapi sapaan Jinki, yeoja manis itu memalingkan wajahnya dan berjalan menuju ruang osis. Dia juga tidak mengerti apa yang sedang dia rasakan, entah kenapa dia jadi kesal karena keberadaan Jonghyun.

Lee Jinki aku membencimu!

“Gwiboon!!!” Terdengar suara Jinki yang memanggilnya dari belakang, dan suara derap langkah Jinki yang semakin mendekat. Tanpa memperdulikannya, Gwiboon tetap berjalan santai seolah-olah tidak mendengar panggilan dari Jinki.

Sret~

Langkahnya terhenti saat seseorang menarik tangannya untuk menghentikan langkahnya, tentu saja orang itu adalah Lee Jinki.

“Kenapa kau mengabaikan sapaanku tadi?”

“Apa itu penting? Lebih baik kau bermain saja dengan temanmu itu!”

Gwiboon kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Jinki yang masih berdiri di tempatnya sambil mencerna perkataan Gwiboon sampai akhirnya sebuah senyum mengembang di wajahnya. Dia mengerti apa yang dimaksud oleh Gwiboon..

Greb~

Gwiboon membelalakan matanya saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Terasa nafas hangat yang menderu di permukaan tengkuknya.

“Kau tidak suka melihatku berteman dengan orang lain?”

Tidak suka? Benarkah itu yang Gwiboon rasakan?
Bukan tidak suka, tapi lebih tepat bila disebut dengan tidak rela…

“Kalau begitu lebih baik aku tidak bicara lagi dengan siapapun juga. Aku tidak butuh orang lain.. Kalau itu maumu, maka aku akan jadi milikmu seorang saja..”

DEG!

“Karena itu kau jangan berpisah lagi dariku, jangan menyukai orang lain selain aku…” Jinki mengeratkan pelukannya di pinggang ramping milik Gwiboon. Semakin menyusupkan wajahnya di tengkuk yeoja manis itu, menghirup aroma lembut yang menguar dari tubuh Gwiboon, yeoja yang membuatnya tergila-gila.

Aku membencinya…

Tapi kenapa suara ini..

Lengan ini…

Seperti menjeratku…

Aku tidak bisa melawannya…

“Jangan seenaknya menyentuhku! Yang boleh menyentuhku hanya Woohyun oppa!” Seolah tersadar dari buaian yang dilakukan Jinki, yeoja manis itu berusaha melepasakan pelukan Jinki di tubuhnya.

“Dia tidak akan menyentuhmu.. Karena itu berhentilah memikirkannya. Dia tidak cocok untukmu..” Tanpa berniat melepaskan pelukannya, namja tampan itu semakin mengeratkan pelukannya walau Gwiboon mulai meronta. Menjatuhkan bibir tebalnya di permukaan mulus tengkuk Gwiboon, sedikit menyesapnya. Dia sungguh ingin memiliki tubuh Gwiboon seutuhnya..

“Lepaskan aku!!” Gwiboon menghempaskan tangan Jinki dari tubuhnya. Dia menatap Jinki tajam. “Apa yang kau tau? Aku menyukai Woohyun oppa! Tujuan hidupku adalah menjadi yeoja yang tepat untuknya!”

“Yang cocok denganmu adalah aku! Jadi jangan bermimpi yang tidak mungkin!”

Mereka berdua saling berpandangan dengan mata penuh amarah. Saling mengeluarkan ego masing-masing. Sampai akhirnya Gwiboon membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Jinki yang masih menatapnya kesal.

“Ck..seorang Lee Jinki ditolak oleh seorang yeoja?”

Jinki mendelikkan matanya ke arah Jonghyun yang sedang menatapnya meremehkan.

“Tutup mulutmu Kim Jonghyun atau aku akan membunuhmu!!” Ancam Jinki yang semakin membuat Jonghyun tertertawa terbahak-bahak.

***

“Gwiboon-a, kenapa wajahmu terlihat kesal seperti itu? Apa ada yang mengganggumu lagi?” Lagi-lagi Woohyun mencemaskannya. Hah..salah satu sifat Woohyun yang sangat disukainya. Selalu perhatian, dan membuatnya merasa sangat dihargai.

Gwiboon hanya menggelengkan kepalanya kepada Woohyun. “Aku baik-baik saja oppa.”

“Benarkah?” Woohyun masih tidak percaya dengan jawaban Gwiboon.

“Aku akan bilang padamu bila sesuatu terjadi kepadaku, bukankah sejak dulu seperti itu?” Gwiboon tersenyum lebut dan menatap Woohyun berusaha membuatnya percaya.

DEG

Jantung Gwiboon serasa terhenti berdetak saat Woohyun tiba-tiba menarik tubuhnya dan memeluknya seperti ini. “O..oppa…”

“Ah, maaf. Aku terlalu mencemaskanmu.” Woohyun langsung melepaskan pelukannya, terlihat sangat gugup.

Gwiboon tersenyum melihat sifat Woohyun yang terlalu polos.

Senyum itu…

Wajah itu…

Hanya dia yang terlihat selama sepuluh tahun ini…

Namun sekarang ada bayangan lain yang muncul di mataku…

Dan di hatiku…

***

“Jinki-sshi ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Jinki menatap namja tampan di hadapannya dengan malas. “Ada apa ketua osis yang penuh kharisma ini datang mencariku?” Ucapnya sedikit meremehkan saat menekankan kata ‘ketua osis yang penuh kharisma’.

“Sebagai ketua osis di sini, aku hanya mengingatkanmu untuk berhenti membuat keributan. Karena perbuatanmu, akhir-akhir ini banyak membuat orang lain dirugikan, contohnya adalah Gwiboon..”

Jinki menarik kerah seragam Woohyun. “Aku ingin mendengar kau mengatakannya sebagai seorang lelaki sejati! Bukan dengan jabatan ketua osis mu itu bodoh!!”

Woohyun terdiam. Perkataan Jinki terngiang di otaknya. Lelaki sejati?

Aku terbiasa bersamanya…

Melewati hari dengannya…

Berbagi tawa di depannya…

Dan aku tak menyadari suatu hal…

Tentang rasa ini…

“Woohyun oppa…apa yang kau lakuakn disini? Kau tidak apa-apa kan?” Gwiboon datang ke taman belakang saat Dongwoon bilang Woohyun pergi mencari Jinki. Dia berlari seperti orang kesetanan, dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Woohyun hanya karena dirinya.

Jinki tertegun saat Gwiboon datang mencemaskan Woohyun. “Cih..bahkan dengan cepat kau datang menghampiri namja bodoh ini.”

Gwiboon menatap Jinki. “Sebenarnya apa sih mau mu?”

“Apa masih belum jelas juga? Alasanku mendekatimu adalah…”

SRET

“Hmmfftt…”

Woohyun terbelalak melihat pemandangan di depannya. Jinki menarik tubuh Gwiboon dan mencium bibirnya telak.

“Aku menyukai bahkan aku mencintainya..” Ucap Jinki tegas saat dia melepaskan ciumannya, membuat Woohyun dan Gwiboon terdiam mematung, masih terlalu shock dengan perbuatan yang Jinki lakukan.

“Karena aku jatuh cinta padanya, aku ingin membuatnya jatuh cinta padaku juga!”

DEG

Hentikan…

Aku tidak mau mendengarnya…

Aku takut perasaanku bisa berubah…

Aku takut…

-To be continued-

Ini udah lebih panjang belum sih?
Ya udahlah ya..yg penting aku udah update nih FF #plak

RCL jangan lupaa yaaa..
Pis love n’ gawl! :*

[FF / SG / JINBOON / LOVEY DOVEY / PART 1]

1

Title : Lovey Dovey
Length : 1 of ?
Genre : SG, Romance
Rating : PG 17
Author : @realala92
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gwiboon, Nam Woohyun

NB : ini cerita terinspirasi dari komik Jepang dengan judul yang sama . Happy reading~ ^^

***
Aku tidak mengerti apapun di dunia ini…

Aku hanya berjalan mengikuti perasaanku…

Dan aku hanya tau bagaimana cara agar kau tertarik kepadaku…

.
.

“Woohyun oppa, apa kau sudah makan siang?”

“Woohyun oppa, apa nanti siang kau ada acara?”

“Woohyun oppa~ bagaimana rasa coklat yang aku berikan tadi pagi?”

Dan masih banyak pertanyaan lain yang terucap dari mulut para yeoja yang sedang berkumpul di depan ruang kelas 3-1, dan tentu saja mereka sedang melakukan sesi wawancara dengan seorang namja tampan yang cukup populer di sekolah terlebih lagi dengan jabatan ketua osis yang dipegangnya, Nam Woohyun. Namja yang memiliki wajah yang cukup untuk dibilang tampan, senyum yang selalu menghiasi wajahnya, sifatnya yang ramah dan sopan, memiliki otak diatas rata-rata, dan tentu saja keuangan keluarganya tidak bisa diabaikan. Dia anak tunggal dari pemilik perusahaan dagang Nam Corp yang cukup sukses di Korea Selatan bahkan di Jepang. Jadi yeoja gila mana yang mampu menolak pesonanya?

Termasuk salah seorang yeoja yang sedang menatap Woohyun saat ini, berbeda dengan yeoja lainnya, yeoja manis dengan mata indah bersudut tajam itu hanya berdiri tak jauh dari gerombolan itu tanpa berminat berkumpul dengan yeoja-yeoja centil yang sedang menggoda Woohyun.

Tangannya terkepal kesal saat salah satu yeoja centil itu mencolek pipi Woohyun. “Ini tidak bisa dibiarkan! Hanya aku yang boleh menyentuh Woohyun oppa!” Batinnya. Tanpa aba-aba dia langsung berjalan menerobos masuk dalam lingkaran yeoja mengerikan itu.

“Woohyun oppa, kita masih ada rapat osis setelah ini.”

Yeoja itu tersenyum semanis mungkin di hadapan Woohyun yang saat ini memandangnya dengan penuh rasa terima kasih telah menyelamatkannya dari para yeoja itu.

“Ah kau benar Gwiboon-a.. Ayo kita pergi.”

Yeoja manis bernama Gwiboon itu tersenyum puas saat Woohyun akhirnya pergi menjauh dari para yeoja centil itu dan kini namja tampan itu berjalan di sampingnya menuju ruang osis, sepertinya kata-kata ‘di sampingnya’ perlu diperjelas. Ya, hanya di sampingnya! Hanya mereka berdua, dia dan Woohyun tak ada yang lain.

“Cih..yeoja sok manis itu lagi!”

“Dia selalu saja mengganggu!”

“Hanya yeoja miskin tak tau malu yang dari dulu mengincar Woohyun oppa.”

Sabar Kim Gwiboon… Sabaaaaar… Gwiboon berusaha menahan amarah yang meluap di dalam hatinya. “Yeoja manis tidak boleh marah! Yeoja manis adalah yeoja yang disukai Woohyun oppa!” Berusaha mengingatkan salah satu motto hidup yang selalu ada di otaknya itu.

“Kau tidak apa-apa?” Woohyun menatap Gwiboon dengan cemas. Dia tau ucapan yeoja-yeoja itu tentu saja sangat tidak enak didengar dan menyakitkan untuk Gwiboon.

Gwiboon menarik kedua sudut bibirnya lebar, memberikan senyuman terbaiknya untuk Woohyun. “Aku tidak apa-apa oppa.”

Kim Gwiboon.. Yeoja cantik bersudut mata tajam, satu tingkat dibawah Woohyun, dan memiliki wawasan luas sehingga dia menjadi wakil ketua osis. Ok, alasan pertama dia berminat menjadi wakil ketua osis adalah agar bisa lebih dekat dengan Woohyun yang sudah sepuluh tahun ini disukainya. Sepuluh tahun! Bukan waktu yang singkat bukan?

Motto hidupnya adalah “Yeoja manis adalah yeoja yang disukai Woohyun!” Dan cita-citanya adalah “Menjadi yeoja manis yang disukai Woohyun”
Semua pasti menganggap dia gila, tapi itulah kenyataannya. Dia memang benar-benar tergila-gila dengan Woohyun sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Baginya Woohyun bagaikan seorang pangeran di negeri dongeng, dan dia ingin menjadi putrinya.

Awalnya dia adalah yeoja yang cuek dan sedikit galak, namun itu semua berubah saat Woohyun bilang “Tipe idealku adalah seorang yeoja yang manis dan ramah.” Gwiboon langsung meninggalkan sifat aslinya yang cuek dan berubah 180 derajat menjadi yeoja manis dengan tujuan mendapatkan hati Woohyun.

“Oppa, sebenarnya hari ini tidak ada rapat osis.” Gwiboon menundukkan kepalanya, dia tidak tau harus berbuat apa. Bagaimana kalau Woohyun tidak menyukainya karena berbohong? Tadi ide itu tiba-tiba saja tercetus di otaknya karena rasa cemburu melihat seorang yeoja menyentuh Woohyun-nya. Nya? Berarti kepemilikan bukan? Baiklah mungkin saat ini Woohyun bukan miliknya, tapi suatu saat nanti dia yakin akan mendapatkan hati Woohyun!

DEG

Jantung Gwiboon terasa berhenti berdetak saat merasakan tangan Woohyun yang hangat mengusap kepalanya pelan. “Aku tau kau hanya ingin membantuku terbebas dari yeoja-yeoja itu. Gomawo..” Ucapnya sambil tersenyum.

Oh tuhaaaan…senyumannya membuatku ingin pingsan!

“Eumm.. Oppa..apa setelah ini kau masih ada urusan?” Gwiboon bertanya sambil menggigit bibirnya harap-harap cemas menunggu jawaban Woohyun. Dia ingin mengajak Woohyun pergi ke kedai es krim tak jauh dari sekolah. Sudah lama mereka berdua tidak pergi berdua karena kesibukan Woohyun sebagai ketua osis dan murid tingkat akhir di sekolah.

Woohyun terlihat berpikir, bila sedang serius seperti ini dia terlihat semakin tampan. “Sepertinya tidak ada.. Memangnya ada apa? Kau mau makan es krim?” Tebaknya.

Gwiboon tersenyum lebar mendengar tebakan Woohyun, dia memang selalu tau apa yang Gwiboon inginkan. Benar-benar tipe kekasih idaman bagi Gwiboon.

“Memangnya kau sudah sembuh?” Tanya Woohyun mencemaskan keadaan Gwiboon karena seminggu kemarin dia tidak masuk sekolah karena demam yang cukup tinggi, mungkin karena kegiatan osis yang cukup menyita waktu dan membuat waktu istirahat berkurang.

“Aku sudah sembuh kok!”

“Baiklah..kita makan es krim sekarang.”

Kalau berteriak sambil melompat-lompat terlihat wajar, maka mungkin saat ini Gwiboon akan melakukan hal itu. Dia selalu menganggap pergi berdua dengan Woohyun sama saja dengan kencan.

“Woohyun-a…!!”

Woohyun dan Gwiboon mengalihkan pandangan mereka ke arah seorang namja tinggi yang sedang berlari ke arah mereka sambil memanggil nama Woohyun.
“Ada apa Dongwoon-a?” Tanya Woohyun kepada Dongwoon, salah satu pengurus osis juga yang sekarang berdiri di hadapan Woohyun dengan nafas tersenggal-senggal.

“Lee Jinki..dia membuat keributan lagi! Kali ini dia memaksa masuk ke ruang musik dengan memecahkan kaca jendelanya.” Jelas namja tinggi berwajah arabian itu. Setelah mendengar penjelasan Dongwoon, Woohyun langsung berlari ke arah ruang musik tempat kejadian itu terjadi.

Dongwoon berusaha mengejar Woohyun namun tangannya tertahan sesuatu, yaitu tangan Gwiboon yang menariknya. Mau tidak mau dia menghentikan langkahnya dan menatap yeoja manis itu bingung.

“Siapa Lee Jinki?”

Dongwoon menghilangkan ekspresi bingungnya setelah mendengar pertanyaan Gwiboon. “Banyak yang terjadi selama seminggu kau tidak masuk. Lee Jinki adalah anak dari Tuan Lee pemilik sekolah ini dan selama seminggu ini pula dia selalu membuat keributan di sekolah.” Dongwoon menghela nafas panjang kemudian menggaruk kepalanya kesal. “Aish..dia membuat kita kerepotan dan membuat tugas kita semakin banyak!”

Lee Jinki… Awas kau!! Kau telah merusak acara kencan ku dengan Woohyun oppa!!

.
.
.

“Ish…kemana sih perginya Woohyun oppa? Kenapa sekolah ini besar sekali sih? Aish..ini semua karena ulah Lee Jinki itu, dia menghancurkan acara kencanku dengan Woohyun oppa! Menyebalkan!!” Tanpa sadar Gwiboon menggumam sendiri karena rasa kesal yang dirasakannya. Dia sudah hampir berkeliling semua ruang seni namun masih tak menemukan batang hidung Woohyun.

“Hey…yeoja aneh, kenapa kau bicara sendiri seperti itu?”

Gwiboon menghentikan langkahnya menatap seorang namja putih bermata sipit dan berpipi chubby yang sedang berdiri sambil menyenderkan punggungnya di dinding dekat pintu perpustakaan yang sudah sepi. Bila dilihat dari gaya berpakaiannya, tentu saja namja itu tidak bisa disebut sebagai murid baik-baik. Baju seragam dibiarkan keluar begitu saja, kancing jas seragam yang dibiarkan terbuka, kancing kemeja yang terlihat sengaja dibuka hingga kancing kedua memperlihatkan kaos putih yang bersembunyi dibaliknya, serta dasi yang terlihat tergantung asal di lehernya. Benar-benar terlihat urakan, namun tak bisa dipungkiri kalau namja itu terlihat err..tampan?

Gwiboon tersadar dari lamunannya dan teringat apa tujuannya dia berada di sini. “Apa kau melihat Nam Woohyun? Aku dengar dia sedang mencari namja bernama Lee Jinki, apa kau melihat mereka?”

“Oh..Lee Jinki..siswa baru anak pemilik sekolah ini yang selalu membuat masalah dan keributan di sekolah ini..” Gumam namja itu sambil berjalan mendekati Gwiboon.

“Iya..aku dengar dia selalu membuat masalah, dia menyebalkan selalu membuat Woohyun oppa kesulitan…”

SRET

BRAK

“Ya!! Apa yang kau lakukan?!” Gwiboon kaget karena namja itu langsung menarik tangannya hingga tubuhnya terhempas ke dinding dan namja itu menghimpitnya dengan kedua tangannya mengurung tubuh kurus Gwiboon.

“Apa yang kulakukan? Aku akan menghukummu karena perkataanmu barusan.. Aku tidak akan membiarkan orang lain berbicara seperti itu tentang diriku, hanya aku yang boleh bicara seperti itu..”

Diriku? Jadi…namja ini adalah Lee Jinki?

“Eungh…” Gwiboon tersentak karena tiba-tiba saja Jinki menggigit telinganya dan mulai menjilat leher putih miliknya, bahkan dia sedikit menghisapnya berusaha membuat tanda kemerahan di sana.

Ini menjijikan!!

Gwiboon berusaha mendorong tubuh tegap Jinki yang terus menghimpitnya. Berharap Jinki akan melepaskannya.

“Lepaskan! Kau taukan ini dilarang di sekolah?” Ok, pertanyaan itu membuat Jinki menghentikan aktivitasnya pada leher putih Gwiboon.

Jinki menatap Gwiboon tajam dengan mengeluarkan sebuah seringai di wajahnya. “Apa aku terlihat seperti murid yang taat pada peraturan sekolah?”

Tentu saja tidak!

Dan tubuh yeoja manis itu semakin menegang saat merasakan tangan halus Jinki menyentuh pahanya, sedikit merabanya semakin ke atas. Ini tidak boleh dibiarkan!

BUGH

Gwiboon menghempaskan tangannya yang terkepal berusaha memukul wajah tampan milik Jinki, namun dengan sigap Jinki menghindarkan wajahnya dari pukulan Gwiboon. Ekspresi kaget tercetak pada wajah Jinki, dia tidak menyangka Gwiboon akan melawannya seperti ini.

“Jangan main-main padaku! Aku bukan yeoja lemah seperti yang kau pikirkan dan aku tidak takut padamu! Brengsek!” Gwiboon menatap Jinki tajam, amarahnya benar-benar meluap. Amarah yang tak pernah dia tunjukkan selama sepuluh tahun ini, selama dia memutuskan untuk membuat Woohyun tertarik padanya dengan berusaha menjadi yeoja manis dan lemah lembut.

Jinki tersenyum kecil melihatnya, err..bahkan itu lebih pantas disebut sebuah seringai daripada sebuah senyuman.

“Kenapa kau malah tersenyum?” Gwiboon semakin geram melihat Jinki yang seolah-olah meremehkannya.

“Kau menarik.. Siapa namamu?”

“Apa? Cih..aku tidak punya alasan untuk memberitahukan namaku kepadamu!”

“Gwiboon-a…apa yang kau lakukan disini?” Woohyun datang dengan wajah khawatir karena melihat namja yang sedang bicara dengan yeoja manis itu. Siapa yang tidak khawatir bila sahabatmu sedang bicara dengan namja paling bermasalah di sekolah?

“Aku mencarimu oppa…” Gwiboon tersenyum manis menatap Woohyun.

“Dan apa yang kau lakukan dengan Jinki?”

“Tidak ada, kami hanya kebetulan bertemu dan aku bertanya apa dia melihatmu atau tidak.” Bohong Gwiboon, dia tidak mau Woohyun sampai tau kalau namja brengsek itu berusaha melecehkannya.

“Kau punya kepribadian ganda Gwiboon? Namamu Gwiboon kan?” Celetuk Jinki mengingat tadi Woohyun memanggil yeoja manis itu dengan nama Gwiboon. Tubuh Gwiboon menegang mendengar pertanyaan Jinki. Tidak mungkin usahanya menutupi jati dirinya selama sepuluh tahun ini berakhir begitu saja dalam hitungan detik! Bagaimana kalau Woohyun sampai tau kalau baru saja dia hampir memukul Jinki? Woohyun tidak akan suka dengan yeoja galak seperti itu!

“Apa maksudmu Jinki-sshi?” Tanya Gwiboon berpura-pura tidak mengerti dengan pertanyaan Jinki, dia menatap Jinki tajam seolah-olah berkata ‘berani kau bilang macam-macam akan kubunuh kau’

“Kau sangat menarik Gwiboon..”

DEG

“Ah, Woohyun oppa sekarang sudah sore. Ayo kita pulang.. Annyeong Jinki-sshi” Gwiboon menarik tangan Woohyun pergi menjauh dari Jinki, dia tidak mau berlama-lama berada di dekat Jinki karena itu akan semakin mengancam dirinya.

.
.
.

“Benar dia tidak melakukan apapun kepadamu?” Woohyun menatap Gwiboon meminta penjelasan, dia benar-benar khawatir Jinki melakukan sesuatu kepada Gwiboon.

“Ne.. Dia tidak melakukan apapun. Kenapa kau cemas seperti itu oppa?” Gwiboon berusaha memancing Woohyun, berharap Woohyun akan mengatakan kalau dia menyukai Gwiboon. Ah..itu adalah mimpi Gwiboon sejak sepuluh tahun yang lalu.

“Entahlah…aku hanya merasa aneh melihatmu berduaan dengan namja lain untuk pertama kalinya.” Jelas Woohyun sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia hanya merasa bingung dengan perasaan yang dia rasakan.

“Woohyun oppa cemburu? AAAA..ini kemajuan!!” Batin Gwiboon bahagia.

“Sudahlah tidak usah kau pikirkan, aku juga bingung dengan apa yang aku rasakan.” Ujar Woohyun polos. Gwiboon hanya tertawa kecil melihat kepolosan Woohyun. Haah..namja ini benar-benar memiliki sifat yang membuat Gwiboon semakin hari semakin menyukainya.

***

Gwiboon berjalan dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, memberikan ucapan selamat pagi kepada semua orang yang ditemuinya. Dia tidak perduli banyak dari orang-orang itu yang menganggapnya sok akrab atau sok mencari perhatian, dia sudah biasa dengan semua itu dan itu tak penting asalkan Woohyun bisa tertarik padanya.

Yeoja manis itu masuk ke dalam kelasnya, namun ada sesuatu yang berbeda. Kenapa semua orang di kelas memperhatikannya? Dan mereka berbisik-bisik sambil melihatnya?

“Hey Kim Gwiboon!!”

Gwiboon mengalihkan pandangannya ke arah namja yang duduk di kursi baris kedua dari depan yang merupakan kursi miliknya.

Namja itu tersenyum lebar melihat Gwiboon yang menatapnya kaget.

“Apa yang kau lakukan di kelasku Lee Jinki-sshi?” Tanya Gwiboon berusaha bersikap ramah ketika dia sudah berdiri tepat di hadapan namja yang tak lain adalah Jinki.

“Ikut denganku!” Jinki menarik tangan Gwiboon untuk berjalan mengikutinya, tak memperdulikan Gwiboon yang memberontak dan orang-orang yang berbisik-bisik membicarakan mereka berdua.

.
.
.

“Lepaskan!! Kau ini..apa sih sebenarnya maumu? Kenapa kau selalu menggangguku? Dan kenapa kau membawaku ke sini? Heh! Jangan harap kau bisa berbuat kurang ajar seperti kemarin!!” Gwiboon menghentakkan tangan Jinki yang menariknya sejak mereka di kelas hingga mereka berdua berada di taman belakang sekolah yang sepi. Gwiboon mengelus pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Jinki yang cukup kuat.

Jinki tertawa melihat Gwiboon yang mengomel sambil menatap matanya tajam.

“Kenapa kau malah tertawa?! Kau itu sudah gila ya?” Gwiboon menggeram kesal.

“Ini sifat aslimu kan?”

Gwiboon terdiam mendengar pertanyaan Jinki. Bagaimana mungkin dia lupa bersikap manis di hadapan namja menyebalkan ini?

“A..apa maksudmu?”

“Kau tidak bisa berpura-pura di depanku. Sebenarnya sifatmu seperti ini kan? Kau hanya berpura-pura menjadi yeoja manis selama ini..”

“Itu memang sifat asliku. A..aku tidak berpura-pura!” Gwiboon mengecilkan volume suaranya. Dia harus bersikap manis!

“Kenapa kau bersikap seperti ini?” Tanya Jinki masih tetap penasaran dengan alasan Gwiboon menutupi jati dirinya seperti ini.

“Itu bukan urusanmu!”

“Itu urusanku karena aku tertarik padamu.”

“Jangan menggangguku lagi!! Aku tidak mau Woohyun oppa salah paham!!” Upss..Gwiboon langsung membungkam mulutnya, ia tidak sadar mengeluarkan kata-kata itu.

Jinki tersenyum sinis dan terlihat sedikit meremehkan. “Jadi karena namja itu kau melakukan ini semua? Apa kau pikir dia akan tertarik karena kau berpura-pura seperti ini?” Gwiboon hanya diam mendengar pertanyaan yang Jinki lontarkan.

GREP

Gwiboon sedikit kaget saat Jinki meraih dagunya dan menatap matanya tajam. “Mana mungkin gadis yang lemah bisa menatapku tajam seperti ini? Jadi berhentilah berpura-pura Kim Gwiboon.”

PLAK

Gwiboon menepis tangan Jinki yang memegang dagunya. “Aku takkan berhenti berpura-pura sampai aku mendapatkan Woohyun oppa!!”

“Kau ini menarik sekali.. Baiklah sudah kuputuskan aku akan menjadikanmu kekasihku, jadi jatuh cintalah padaku!”

***

“Kau ada hubungan apa dengan Lee Jinki?”

Gwiboon berusaha tenang menghadapi yeoja-yeoja menyebalkan seperti yang berada di hadapannya saat ini.

“Aku tidak ada hubungan apapun dengannya, kemarin dia mencariku karena urusan osis.” Jawab Gwiboon tanpa meninggalkan senyum manisnya.

“Kami tidak suka kau dekat-dekat dengannya!!”

“Dan aku juga tidak ingin dekat-dekat dengannya, aku harap itu adalah pertemuanku yang terakhir dengannya.”

“Tapi….”

“AAAAAAAA…” Gwiboon berteriak kaget karena seseorang menggendong tubuhnya ala bridal style secara tiba-tiba. Dia menggeram kesal ketika melihat wajah orang yang menggendonganya.

Baru saja Gwiboon ingin mengeluarkan omelannya tiba-tiba saja Jinki membisikan sesuatu di telinganya. “Tidak mungkin kan kau mengeluarkan sifat aslimu disini?” Jinki tersenyum penuh kemenangan ketika dilihatnya Gwiboon terdiam mematung.

“Permisi, aku ada urusan dengannya. Jadi kalian bisa bicara lagi nanti dengannya.” Jinki tersenyum manis pada yeoja-yeoja yang sedang mengintrogasi Gwiboon, kemudian dia berjalan dengan tenang sambil menggendong Gwiboon yang masih sedikit memberontak agar Jinki menurunkannya.

.
.
.

Dan disinilah mereka..tempat yang sama seperti kemarin yaitu taman belakang sekolah.

“Kenapa kau berbuat seperti ini lagi? Ini membuat mereka semakin membicarakan yang tidak-tidak tentang kita!!” Gwiboon berteriak kesal. Jinki selalu membuat amarahnya memuncak dan melupakan sikap manisnya.

“Bukannya itu bagus?”

“Tsk..kau menyebalkan! Kalau Woohyun oppa mendengar berita ini bagaimana? Kalau dia cemburu sih bagus, tapi bagaimana kalau dia menjadi membenciku?”

“Cih..namja bodoh itu lagi. Apa sih bagusnya dia?”

BUGH

Gwiboon menendang kaki Jinki.

“Ya! Kenapa kau menendangku??” Jinki meringis kesakitan memegang tulang keringnya yang terasa ngilu karena tendangan Gwiboon yang cukup kuat, sepertinya yeoja manis ini pernah mengikuti latihan khusus bela diri sebelumnya.

“Itu balasan untukmu karena telah mengolok Woohyun oppa! Dia itu tidak bodoh! Woohyun oppa itu sangat baik dan berkarisma.” Mata Gwiboon berbinar-binar karena membayangkan wajah Woohyun yang tampan dengan senyumnya yang lembut penuh pesona.

“Woohyun lagi Woohyun lagi…” Dengus Jinki, dia kesal karena sedari tadi hanya Woohyun yang dibicarakan oleh Gwiboon. “Yeoja sepertimu lebih cocok bila berdampingan denganku!”

“Kau bermimpi!!” Gwiboon menatap Jinki kesal kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Jinki yang masih menatapnya.

“Lihat saja, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku!!”

-To Be Continued-

Read –> Comment –> Like .
Thanks 🙂